Gubernur Minta Al-Hidayah Maluku Fokus Ibadah Sosial  

Gubernur Minta Al-Hidayah Maluku Fokus Ibadah Sosial  

64
SHARE
Gubernur Maluku menyerahkan piala lomba dalam rangka HUT Al-Hidayah Maluku, Minggu (8/10). FOTO : (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Gubernur Maluku Said Assagaff mengimbau Ormas Perempuan  Al-Hidayah sebagai wadah pendidikan Islam dan lembaga dakwah, jangan hanya fokus untuk membahas ibadah-ibadah ritual atau mahdah saja, tetapi juga ibadah ibadah sosial. “Dalam arti, saatnya Al-Hidayah harus mengembangkan pola Pendidikan Islam dan dakwah yang lebih transformatif, untuk menanamkan nilai nilai akhlakul karimah baik di ruang privat maupun ruang publik,” kata  Assagaff pada acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38 Al-Hidayah Provinsi Maluku, di Ambon, Minggu (8/10).

Dia juga meminta Al-Hidayah, ikut menaruh perhatian terhadap isu-isu kebangsaan kemanusiaan, lingkungan hidup, serta pelbagai permasalahan, yang dewasa ini menjadi isu-isu global sangat krusial, seperti makin masif dan canggihnya peredaran narkoba, berkembangnya jaringan radikalisme serta terorisme atas nama agama.

“Termasuk menaruh perhatian pada kondisi makin menganganya kekerasan sosial dan kekerasan seksual, serta ancaman disintegrasi bangsa karena berkembangnya semangat etno-nasionalisme dan etno-reljius yang diperkuat melalui ujaran-ujaran kebencian (hate speech) dan fitnah (hoaks) di media sosial,”kata Assagaff.

Dengan upaya-upaya seperti ini, Assagaff yakin, peran dan kontribusi Al-Hidayah ke depan semakin besar untuk negeri ini dalam mewujudkan pembangunan Maluku yang rukun, religius, damai, sejahtera, aman, berkualitas dan demokratis dijiwai semangat Siwalima berbasis kepulauan secara berkelanjutan.

Menurut Assagaff, tak terasa, saat ini Al-Hidayah Provinsi Maluku telah menapaki usia ke-38 tahun. Pada kesempatan ini, atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, dirinya menyampaikan dirgahayu HUT ke-38 Pengajian Al-Hidayah Provinsi Maluku, dengan harapan ke depan wadah ini lebih berperan optimal sebagai wadah dakwah dan perjuangan Perempuan Muslim di Maluku.

“Dalam kurun waktu 38 tahun ini Al-Hidayah di daerah ini, telah memainkan peran penting dalam proses transformasi pembangunan mental spiritual dan keadaban masyarakat di daerah ini. Baik sebagai wadah pendidikan Islam, dakwah maupun ormas perempuan,” ujarnya.

Sebagai wadah pendidikan Islam, dia menyebutkan, Al-Hidayah telah berperan aktif sebagai wadah pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang sangat efektif, khususnya untuk kalangan perempuan. “Terutama perempuan atau para ibu yang terlibat di Al-Hidayah ini, berasal dari latar belakang profesi yang berbeda, serta tingkat kesibukan yang juga beragam, sehingga terkadang waktu untuk belajar dan mendalami agama Islam terbatas,” terangnya.

Untuk itu, melalui wadah Al-Hidayah ini, Assagaff meyakini, para ibu punya kesempatan untuk belajar pelbagai hal di dalam Islam, baik itu menyangkut masalah akidah, akhlak, tasawuf, fiqih, hingga pelbagai macam isu-isu sosial keagamaan lainnya. Sementara sebagai lembaga dakwah, Al-Hidaya menurut Assagaff, punya peran sangat besar dalam mengembangkan dakwah di daerah ini.

“Bahkan saya amati selama ini, Al-Hidayah termasuk salah satu lembaga di daerah ini yang sangat aktif mengembangkan dakwah, bukan hanya dakwah bil lisan secara lisan), tetapi juga dakwah bil hal (dakwah dengan tindakan/perbuatan), serta dakwah bil maal (dakwah dengan harta) melalui berbagai aksi-aksi sosial, dalam membantu panti asuhan, taman pengajian, pesantren di daerah ini,” paparnya.

Sedangkan, sebagai ormas perempuan, Assagaff katakan, A-Hidayah telah berperan aktif menjadi media pembelajaran untuk mengasah kemampuan leadership, manajerial, dan kompetensi sosial kaum hawa untuk bisa berperan aktif di ruang publik. Selain itu, dia menambahkan, wadah ini menjadi media bakudapa dan silaturrahim dalam rangka mensinergikan berbagai potensi SDM perempuan Muslim Maluku, untuk turut serta menyumbangkan potensinya untuk pembangunan negeri ini.

Menurut Assagaff, tak sedikit, tokoh peremuan Muslim Maluku yang pernah dilahirkan oleh Al-Hidayah, antara lain, di dunia politik ada Ana Latuconsina (Anggota DPD RI asal Maluku), mantan anggota DPR RI, Miranti Tuasikal, mantan Wawali Kota Ambon, serta sederet nama lainnya, baik yang berkiprah di tingkat provinsi maupun kabupaten-kota.  Di dunia pendidikan antara lain, mantan Rektor Unidar Darida Mony, Ketua Al-Hidayah saat ini,  Eka Dahlan Uar. Di birokrasi ada Farida Salampessy,  Diana Padang, Reni Tuanita dan lain-lain. (ADI)