Kirab Budaya Nusantara Meriahkan HUT Kabupaten dan Pesona Bupolo

Kirab Budaya Nusantara Meriahkan HUT Kabupaten dan Pesona Bupolo

120
SHARE
Berbagai pesona pakian adat meriahkan Karnaval Budaya Nusantara dalam rangka HUT Kabupaten Buru dan Festival Pesona Bupolo 2017, Rabu (11/10). FOTO : ADI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-NAMLEA-Dinas Pariwisata Kabupaten Buru menggelar Kirab atau Karnaval Budaya Nusantara, untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Buru ke 18 dan Festival Pesona Bupolo (FPB) II 2017, yang berlangsung Rabu (11/10) di Kota Namlea.

Kirab Budaya Nusantara ini dilepas  Bupati Buru Ramly Umasugi dari depan  Kantor Bupati Lama di  kawasan simpang lima Kota Namlea. Kirab budaya ini diikuti masyarakat adat,puluhan paguyuban,perkumpulan masyarakat serta perwakilan dinas dan siswa dari  sejumlah sekolah di daerah itu.

Setelah melepas kirab, Bupati yang didampingi Wakil Bupati Amustafa Besan, Sekda Buru Ahmad Assagaff dan Ketua DPRD Iksan Tinggapy berjalan kaki bersama ribuan perserta karnaval hingga finish di Pantai Merah Putih Kota Namlea.

Kirab budaya nusantara ini meriah, setiap peserta menggunakan atribut seperti pakian  adat serta menggunakan reflika kendaraan hias daerah masing – masing. Di jalan – jalan yang dilalui, ribuan warga menyambut para peserta karnaval ini.

Bupati Ramly Umasugi menyatakan, karnaval atau kirab budaya nusantara ini merupakan bukti nyata kebersamaan hidup masyarakat di Kabupaten Buru. Bupati mengungkapkan, di daerahnya terdapat berbagai suku, budaya, ras, golongan dan agama. Kabupaten Buru adalah miniatur Indonesia, masyarakatnya hidup rukun dan damai.

“Kirab  Budaya Nusantara ini sebagai manifestasi dari rasa kebersamaan kita, di Kabupaten Buru terdapat berbagai suku,budaya, ras, golongan dan agama, hidup rukun dan damai. Ini menandakan satu keunggulan yang dimiliki Negeri Bupolo ( Kabupaten Buru),” kata Bupati.

Bupati bersama peserta kirab

Bupati menyatakan kondisi masyarakatnya yang beragam, hidup rukun dan damai adalah modal besar untuk membangun Kabupaten Buru. Sementara di daerah lain menurutnya, sulit ditemukan situasi seperti di Kabupaten Buru itu.  Karena itu, Bupati minta warganya untuk tetap menjaga dan merawat kebersamaan, tenun kebangsaan, kebhinekaan di Kabupaten Buru serta bersatu padu membangun daerah itu.

“Mungkin di tempat lain hanya ada satu suku  atau ras saja. Tapi kita di Kabupaten Buru, satu kali  buat acara  hampir semua suku ada. Dan inilah yang harus kita rawat, kita menjaga tenun kebangsaan. Ini menjadi modal besar kita untuk membuat lompatan – lompatan pembangunan, karena dengan modal keberagaman  ini akan memicu perkembangan pembangunan,” kata Bupati Ramly.

Sebelum menggelar karnaval budaya, Bupati  dan Wakil Bupati Buru juga menghadiri  sidang paripurna istimewa khusus dalam rangka HUT Kabupaten Buru ke 18 di Gedung DPRD Buru. Puncak Perayaan  HUT Kabupaten Buru digelar Kamis (12/10) di Lapangan Pattimura Namlea. Gubernur Maluku Said Assagaff dijadwalkan akan menghadiri acara tersebut.  (ADI)