Kontainer Berat 28 Ton Jatuh  Dari Kapal di Pelabuhan Ambon, Timpah Dua...

Kontainer Berat 28 Ton Jatuh  Dari Kapal di Pelabuhan Ambon, Timpah Dua Pekerja

555
SHARE
Lokasi kontainer yang jatuh dari kapal di Pelabuhan Yos Soedarso Ambon, Kamis (5/10). FOTO : ALFIAN (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Sebuah kontainer berisi barang dengan berat 28 ton milik PT. Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) jatuh dari kapal Verizon Pelabuhan Yos Sudarso Ambon Kamis (5/10) siang. Kontainer tersebut jatuh saat diturunkan dari kapal kargo itu  ke truk  tronton.

Dua buruh pelabuhan  terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka cukup serius akibat insiden ini. Diduga kontainer tersebut jatuh karena sling atau tali yang dipakai untuk mengangkut kontainer dari atas kapal sudah tidak layak digunakan.

Informasi yang dihimpun Terasmaluku.com dari Pelabuhan Ambon menyebutkan,  konntainer milik PT. SPIL ini jatuh saat hendak diturunkan dari atas kapal, sling atau tali untuk menurunkan benda 28 ton ini putus dan menimpah dua buruh di pelabuhan serta nyaris menimpah buruh lainnya. Akibat kejadian ini seluruh aktivitas penurunan kontainer dari kapal kargo  tersebut sementara dihentikan.

Manager PT Pelindo IV Ambon Teddy Indra mengakui insiden jatuhnya kontainer yang menimpah dua orang pekerja  tersebut. “Dua orang buruh itu sudah dibawa ke Rumah Sakit Tentara (RST) dan untuk biaya ada asuransinya, tetapi secara kemanusiaan pasti ada bantuan dari kami untuk para korban,” kata Teddy.

Ia menyatakan, untuk karyawan PT. Pelindo sendiri selalu mengutamakan keselamatan saat bekerja dengan alat-alat pelindung standar sesuai Undang-Undang K3. “Kita mengutamakan perlindungan kerja sesuai dengan aturan yang ada, yakni topi, rompi dan sepatu, hal ini yang kita selalu jaga secara rutin,” katanya.

Menurut Teddy,  untuk  mencegah insiden tersebut terulang lagi, pihaknya akan meningkatkan pemeriksan fisik kepada setiap kapal yang hendak menurunkan kontainer. Jika memang terdapat alat yang kurang baik maka pekerjaan tidak bisa dilakukan. “Ke depan pemeriksaan fisik visual akan kami lakukan, jika peralatan di kapal tidak  tidak layak maka kami akan menolak untuk kerja,” katanya. (IAN)