Putra Maluku Ini Jadi Presiden Mahasiswa Indonesia di Rusia

Putra Maluku Ini Jadi Presiden Mahasiswa Indonesia di Rusia

15359
SHARE
Muhammad Iksan Kiat

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Tidak banyak yang tahu kalau Presiden  Perhimpunan  Mahasiswa Indonesia di Rusia ini adalah putra asal Maluku. Dia adalah Muhammad Iksan Kiat, pria kelahiran Ambon 21 tahun silam itu, kini mahasiswa jurusan  minyak dan gas di Nothern Arctic Federal University, salah satu universitas  ternama di Rusia.

Terasmaluku.com, pada Kamis 18 Agustus 2016, berkesempatan menggali kisah anak sulung dari enam bersaudara ini. Iksan kecil memulai SD Bukit Permai di Namlea, kemudian dilanjutkan ke SMP Negeri 1 Namlea. Tamat dari SMP, Iksan melanjutkan ke SMA Negeri Siwalima Ambon di tahun 2010. Lulus dari SMA unggulan milik Pemprov Maluku itu, Iksan lolos tes masuk Universitas Indonesia (UI) dengan jurusan  Hubungan Internasional (HI) pada 2012.

Awalnya Iksan  yang kakeknya seorang purnawiran TNI ini juga ikut tes  Akademi Kepolisian (AKPOL) RI, namun saat memasuki tahap penentuan  akhir, ia dipanggil pihak UI karena lulus melalui jalur undangan.“Saat tes AKPOL sudah hampir lulus,   sampai Pantoher.  Tapi  saya dipanggil pihak UI untuk daftar ulang karena lulus masuk UI di jurusan Hubungan Internasional, sehingga saya tinggalkan tes AKPOL,” katanya.

Ia menyatakan, tes jurusan HI di  UI untuk membuktikan kalau orang dari Indonesia Timur terutama   Maluku juga bisa masuk ke HI. Saat tes masuk HI, ada pihak tertentu sempat meragukan Iksan bisa lolos. “Saat daftar saya tanya, HI berapa orang yang diterima. Terus ada yang bilang ke saya, jangan tanya soal itu, kemungkinan  lolos kecil sekali  karena yang daftar  sekitar sepuluh ribu orang, apalagi orang timur termasuk Makassar belum ada satupun. Tapi ternyata saya lulus dan  tercatat sebagai satu-satunya  orang Indonesia Timur yang lulus jurusan Hubungan Internasional di Universitas Indonesia saat itu,” kata Iksan.

Selain itu, tes masuk HI juga untuk membuktikan kepada Kepala Sekolanya di SMA Siwalima, kalau dia bisa berbahasa Inggris. Setelah lulus Iksan memiliki tantangan baru yakni harus bisa berbahas Inggris. Namun  karena kecintaanya terhadap ilmu eksakta dan tertarik dengan perminyakan, setahun kuliah di HI UI, Iksan pun mengikuti  tes beasiswa yang diselenggarakan Kedutaan Rusia di Jakarta dan memilih  Nothern Arctic Federal University Rusia, dengan jurusan peminyakan dan gas.

Dua kali tes, baru pada tes kedua kalinya,  ia berhasil lolos meski tanpa modal kemampuan bahasa Rusia sama sekali. “Saya baru lolos seleksi masuk  Nothern Arctic Federal University Rusia, setelah tes yang kedua kali,” katanya. Setelah lulus, Ia menerima  fasilitas bea siswa di universitas yang sistem pendidikannya sudah berbasis Eropa itu.  Meski  tidak memiliki kemampuan bahasa Rusia, Iksan nekat, ia memilih belajar bahasa tersulit di dunia itu langsung di negara Rusia, karena itu ia menolak mengikuti kursus di Jakarta.

Setahun penuh Iksan harus berjibaku menguasai bahasa Rusia. Cara belajarnya unik, setiap berbelanja atau bertemu warga Rusia, ia mencatat setiap kosakata baru yang ia terima, belajar memahami artinya dan cara pengucapannya. Setelah setahun ia mulai menguasai bahasa Rusia.

Iksan yang bercita – cita menjadi teknokrat  kini  semester  lima di universitas yang terletak pada  wilayah bagian Timur Rusia itu. Artinya sudah sekitar  tiga  tahun tinggal  di Rusia. Selama kuliah di  Rusia, ia juga aktif pada  kegiatan – kegiatan yang dibuat Kedutaan Besar  Indonesia di Rusia.  Sampai akhirnya terpilih menjadai Presiden Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia.

Iksan terpilih menjadi Presiden Mahasiswa Indonesia di Rusia setelah menyisihkan dua calon lainnya yang bergelar master. Mahasiswa  Indonesia bulat memilih Iksan, menjadi pemimpin mereka di negara rantau.

Iksan memimpin organisasasi dengan jumlah anggotanya 360 orang, mulai mahasiswa yang mengikuti  strata satu sampai mahasiswa yang mengikuti program strata tiga.  Di organisasi ini, tugas utamanya  mengkoordinasikan seluruh mahasiswa Indonesia di Rusia, serta menjembatani kepentingan mahasiswa dengan Kedutaan Besar  RI  (KBRI) di Rusia, agar cita – cita para mahasiswa bisa  tercapai. Iksan dan mahasiswa lainnya juga ikut mempromosikan berbagai potensi Indonesia di Rusia.

“Tugas saya mengkoordinir atau mengkomunikasi kepentingan mahasiswa dengan Kedutaan Besar Indonesia di Rusia, termasuk kita menjembatani kepentingan Indonesia di Rusia. Ya tentu saya  juga mempromosikan berbagai potensi yang dimiliki Maluku dan Indonesia,  ke pihak – pihak terkait di Rusia,” katanya.

Ia mengaku mendapatkan bea siswa untuk bisa  kuliah di Rusia. Namun bantuan itu untuk biaya pendidikan dan apartemen   saja, sedangkan biaya hidup sehari-hari  harus ia  tanggung sendiri. Bahkan untuk bertahan hidup, Iksan yang orang tuanya sebagai pedagang kecil di Namlea ini harus banting tulang  di Rusia untuk mendapatkan uang. “Saya kerja apa saja di Rusia, bahkan saya pernah jadi kuli bangunan untuk bertahan hidup,tapi itulah tantangan perjuangan yang harus dilakukan di negara orang,” katanya.

Iksan saat ini tengah pulang ke Ambon untuk sebuah kepentingan kuliahnya. Ia pun berpesan kepada generasi muda di Maluku agar jangan takut untuk menempuh pendidikan hingga keluar negeri.  Putra-putri Maluku pada dasarnya menurut dia, memiliki kecerdasan. Karena itu harus punya keberaniaan untuk mengejar cita-cita.

“Jangan pernah takut. Jangan hanya berani ketika diprovokasi untuk ricuh tapi marilah berani untuk melangkah. Yakinkan diri kalian, kalau orang Maluku itu banyak yang  mampu. Marilah kita melangkah untuk mencapai cita-cita dan mimpi,” katanya. Jadilah seperti pohon sagu, kokoh di luar tapi lembut dan putih di dalam, begitu kata Muhammad Iksan Kiat, Presiden Mahasiswa Indonesia di Rusia, putra Maluku. (adi)