10 Kubik Kayu Ilegal Diamankan Polairud Maluku

by
Kayu linggua yang diamankan kepolisian Polairud Maluku yang diangkut kapal kayu dari Werinama ke Ambon, (25/2). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, –Sebuah kapal tanpa nama diamankan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Maluku, Selasa (25/2/2020) sore. Kapal kayu sepanjang sekitar 10 meter itu berisi sejumlah kayu olahan ilegal.

Proses penangkapan terjadi saat kapal sandar di Pelabuhan Tulehu, Pulau Ambon. Kapal berpenumpang tiga orang itu membawa sebanyak 10 kubik kayu ilegal. Dari Anak Buah Kapal (ABK) menyatakan jenis kayu dalam kapal mereka yakni linggua dan gujawas. Mereka membawanya dari Werinama menuju Ambon.

 

“Kayu itu dari Tobo di Kecamatan Werinama. Ada 10 kubik buat orang di Ambon,” Ucap  Lukman Sid salah seorang ABK. Sebanyak 7,5 kubik merupakan kayu gujawan dan 2,5 kubik merupakan kayu linggua. Dia menjelaskan kayu-kayu tersebut milik salah seorang guru di Tobo yang meminta mereka membawanya ke Ambon.

Mereka mengambilnya dari hutan di Desa Tobo Kecamatan Werinama Kabupaten Seram Bagian Timur. Untuk 2,5 kubik linggua, mereka mendapatnya dari 1 pohon yang berusia ratusan tahun. Sedangkan jenis gejawas diperoleh dari beberapa pohon yang mereka tebang.

Seorang nahkoda dan 2 orang ABK kapal motor itu lantas membawa kayu pesanan tersebut ke Ambon. Sayangnya begitu sandar pihak kepolisian yang memeriksanya temukan kejanggalan.

Jenis kayu yang mereka bawa termasuk kayu nomor satu yang bernilai tinggi yang bahkan tak ada dokumen ijin sama sekali. “Waktu diperiksa bahkan kapal sendiri tidak punya ijin dari syahbandar, kapalnya tanpa nama. Ini klasifikasi kayu nomor satu,” ungkap Direktur Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Maluku, Kombes Pol. Harun Rosid kepada wartawan di Pelabuhan Polairud, Lateri Ambon.

Menurutnya untuk sementara nahkoda kapal akan diamankan untuk meminta keterangan begitupun dengan dua ABK sebagai saksi. Meski kayu selundupan itu dalam jumlah kecil, Harun memastikan aksi tersebut akan memberikan efek jera bagi tindakan serupa lainnya. Yakni pihaknya akan menindak perbuatan melanggar hukum baik jumlah besar pun kecil.

Saat ini pihaknya juga tengah mengembangkan kasus ini untuk memastikan siapa cukong atau pemilik kayu tersebut. Berdasar pengakuan ABK, Harun menyebut pemilik kayu itu bernama Arfan yang sehari-hari berprofesi sebagai guru sekolah dasar. “Dari pengakuan nahkoda akan kita periksa lagi siapa pemilik kayu itu,” tegas dia.(PRISKA BIRAHY)