10 Tahun LIN Ngambang, Menteri Edhy Prabowo Sebut Penyebabnya Itu Komunikasi

by
Menteri KKP (tengah) Edhy Prabowo usai menanam mangrove secara simbolik di Politeknik Kelautan Waiheru Ambon Minggu sore (30/8/2020). FOTO : PRISKA BIRAHY

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo memperkirakan penyebab Lumbung Ikan Nasional (LIN) Maluku tidak jalan selama 10 tahun adalah soal komunikasi yang tak lancar. Rencana yang telah digembar gemborkan sejak pemerintan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2010 silam itu terkendala koordinasi.

BACA JUGA : Nilai Ekspor Hasil Laut dari Maluku Hingga Juli 2020 Capai 34,60 Juta US Dollar

“LIN itu hanya masalah komunikasi antara pusat dan daerah. Anda lihat sendiri kenapa selama ini tidak berjalan. Karena komunikasi tidak berjalan menurut saya. Saya yakin beliau (Gubernur) sependapat dengan saya,” tuturnya menjawab awak media disela-sela kunjungannya di Politeknik Kelautan dan Perikanan Ambon yang terletak di kawasan Waiheru, Kota Ambon, Minggu sore (30/8/2020).

BACA JUGA : Menteri Edhy Prabowo Jawab Curhat Gubernur Maluku Soal LIN

Edhy optimistis dimasa kepemimpinannya kendala itu dapat teratasi. Komunikasi yang intens dengan kepala daerah akan menentukan keberhasilan upaya pemerintah daerah mewujudkan Maluku sebagai LIN. Apalagi, dia mengakui dirinya dan Gubernur Maluku Murad Ismail punya hubungan baik sebagai senior-junior sehingga dirinya tidak ingin membicarakan apa yang telah menjadi masa lalu, tetapi hanya ingin berbicara tentang masa depan.

Loading...

“Tapi saya dengan beliau (Gubernur) tidak adalagi jarak, karena beliau senior. Dan saya cukup yakin yang 10 tahun atau dekade yang anda sampaikan tadi, itu cerita dulu, kita mau bicara kedepan. Kami akan terus berkomunikasi,” sambungnya.

Menteri Edhy sendiri mengakui bingung dengan jalan pikiran Menteri KKP sebelumnya, Susi Pudjiastuti. “Saya nggak ngerti jalan pikir menteri sebelumnya. Yang jelas kami jalankan. Saya tidak mau cerita yang belakang, saya mau jalankan,”tegasnya

Ditanyai soal Keputusan Presiden (Kepres) LIN Maluku, Menteri Edhy mengaku pihaknya lebih menginginkan agar LIN ini berjalan dulu.

“Kan saya sebagai anak buah presiden, saya menunggu saja, ada atasan saya Pak Menko kami siap. Sekali lagi pelaksanaanya kami, kami jalan. Yang penting jalan dulu, anda mau pilih yang mana, undang-undangnya atau jalan dulu. Saya pilih jalan dulu. Kan sambil jalan yang penting anggaran yang masuk sini (Maluku) banyak,”ujarnya.

Dirinya tidak ingin ada anggapan seolah-olah LIN itu bisa berjalan kalau sudah jadi undang-undang. “Nggak, kami nggak mau, hanya sekedar undang-undang. Sebelum undang-undang lahir kita mau ini yang harus kita dului,”ujarnya.

Salah satu contohnya kata dia adalah Poltek Perikanan dan Kelautan Ambon yang ditingkatkan dari sebelumnya SUPM. “Sekarang jadi poltek anggaplah ini sebagai salah satu bentuk pelaksanaan,”tandasnya.

Apalagi di 2021 mendatang, Menteri Edhy mengatakan akan ada anggaran tambahan untuk bangun sektor perikanan di daerah-daerah yang memiliki wilayah laut yang luas termasuk Maluku. (RUSADY ADJIS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *