13 Mahasiswa Masih Diamankan di Mapolresta, Polisi : Harus Jalani Rapid Tes Dulu

by
Aparat Kepolisian memukul mundur mahasiswa yang berdemo menolak Omnibus Law ke dalam Kampus Unpatti kawasan Desa Poka Ambon, Senin (12/10/2020). FOTO : SITIMEWA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Sebanyak 13 mahasiswa yang berunjukrasa menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja hingga Selasa (13/10/2020) masih diamankan di Mapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

BACA JUGA : Polisi Tetapkan Dua Mahasiswa Unpatti Tersangka Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law

Para mahasiswa ini sebelumnya diamankan polisi karena terlibat kericuhan saat demo menolak Omnibus Law di depan Kampus Universitas Pattimura Ambon kawasan Desa Poka, Senin (12/10/2020).

Kasubbag Humas Polresta Ambon IPDA Izak Leatemia kepada wartawan, Selasa (13/10/2020) mengatakan para mahasiswa belum bisa dipulangkan sebelum menjalani pemeriksaan rapid tes. Hal tersebut sebagai upaya pencegahan klaster baru penyebaran covid-19.

Loading...

Izak mengatakan, para mahasiswa hingga kini masih berada di Mapolresta Ambon, mereka dalam kondisi baik dan bisa dikunjungi pihak keluarga.

“Iya benar 13 mahasiswa masih ditahan di Polresta, pihak keluarga masing-masing sudah dihubungi untuk datang karena keterlibatan mereka pada aksi kemarin (Senin) di Kampus Unpatti,” kata Izak.

Izak mengatakan, saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terhadap 13 mahasiswa yang diamankan ini. Jika terbukti melakukan pelanggaran, maka akan ditindak sesuai dengan ketentuan hukum.

“Sementara masih proses menyelidikikan kalau terbukti melakukan pelanggaran pidana maka akan diproses sesuai ketentuan,” ujarnya.

Izak juga menambahkan, 13 mahasiswa ini belum bisa untuk dikembalikan ke rumah mereka sebelum menjalani pemeriksaan rapid tes. (ALFIAN SANUSI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *