16 Pemuda Ema dan Hukurila Ikut Active Citizens Selama 4 Hari

by
Para pemuda dari Ema dan Hukurila bersama para pemateri Active Citizens 2021 usai pelatihan di Balai Desa Ema. FOTO: Yayasan Heka Leka

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Pemuda Ema dan Hukurila mendapat kesempatan mengikuti pelatihan pemberdaayaan bersama Yayasan Heka Leka dan British Council.

Pelatihan ini menyasar peningkatan kualitas dan peran aktif pemuda untuk lebih berdaya di lingkungan sosial.

“Pemuda harus mampu lebih aktif, cepat beradaptasi dan berdampak. Tujuannya agar mampu memecahkan masalah yang terjadi di tengah masyarakat dengan cara yang tepat,” terang public relation Yayasan Heka Leka, Nadya Souisa.

Realisasi tujuan itu berupa kegiatan selama empat (4) hari sejak 5-6, 11 dan 13 Februari 2021 di Balai Desa negeri Ema.

Para pemuda yang terlibat berjumlah 16 orang. mereka dibekali dengan metode Active Citizens sebagai salah satu metode pencarian solusi bagi masyarakat.

Program ini dipandu oleh fasilitator Heka Leka yang telah dibekali sebelumnya oleh British Council, yaitu Ega Patiasina, Stanley Ferdinandus, Tirsa Kailola, dan Marlen Manuhuttu.

“Di sini peserta juga kita libatkan aktif yakni dengan metode play-based learning. Dimana mereka dapat belajar dengan suasana yang lebih menyenangkan,” lanjut Nadya.

Pada hari pertama, peserta dijejali tentang materi ‘Me: Identity & Culture’. Yaitu, pemuda belajar soal potensi diri, nilai-nilai dan asumsi terhadap diri sendiri dan sekitar.

Hari kedua, kegiatan bertema ‘Me & You: Intercultural Dialog;. Peserta dilatih kemampuan berdialog yang baik dalam memecahkan masalah di desa.

Setelah itu, “We Together: Komunitas, Sistem & Kekuasaan”, melalui materi ini para pemuda belajar menata lingkungan serta mengidentifikasi perkembangan isu sosial demi mengenal lingkungan lebih dekat.

Dan hari terakhir, mereka mendapat waktu untuk menganalisa masalah yang terjadi di desa masing-masing. Kemudian menawarkan solusi lewat aksi sosial yang telah dirancang.

“Setelah empat hari pelatihan Active Citizens, membuahkan hasil yang memukau. Buktinya, ada peningkatan soft-skillberupa berbicara dan menyampaikan di depan umum dan juga berpikir kritis dalam menghadapi masalah di tengah masyarakat,” papar dia.

“Jujur, saya dari hari pertama, masih sangat malu untuk berbicara di depan teman-teman semua, namun setelah melakukan kegiatan ini, saya jadi tahu betapa pentingnya memukakan pendapat saya dengan cara yang baik dan efektif” ujar Alen, salah satu peserta Active citizens 2021.

Selain soft-skill yang mereka capai, mereka juga mampu untuk menciptakan rencana aksi sosial kedepan untuk desa mereka.

Adapun rencana aksi sosial mereka yaitu, paket wisata dan rumah KANARI (Karya Anak Negeri) untuk desa Hukurila, sedangkan untuk desa Ema, para pemuda ingin berkiprah dalam melestarikan budaya pemakaian kebaya dan pembuatan eco-resort.

Aksi ini didasari dengan masalah dominan.  yaitu tingginya angka pengangguran di desa setempat dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap budaya dan kekayaan lokal.

Aksi sosial lain yaitu Leng Kali Leng Project yang diprakarsai Beta Bank Sampah. Leng Kali Leng project ialah aksi kepedulian akan sampah plastik yang melibatkan beberapa sekolah di Ambon.

Ada media Rumah Plastik, dimana setiap anak dapat belajar dan bermain dengan syarat, harus membawa sampah plastik sebagai tiket masuk.

“Active Citizens merupakan aktivitas yang baik dimana membentuk pemuda menjadi pemimpin yang baik dan berkontribusi bagi negeri bahkan daerahnya, Harapan saya, Active Citizens in dapat dilakukan sesering mungkin, bukan hanya disini saja, namun di berbagai pelosok, sehingga Indonesia lebih maju dengan pemuda-pemuda yang lebih aktif.” Joe, Founder Beta Bank Sampah sekaligus peserta Active Citizens 2021.

Akhir dari Pelatihan Active Citizens 2021, peserta diberikan kesempatan untuk membuka marketplace untuk mempresentasikan dan juga memasarkan aksi sosial mereka bagi peserta dan orang sekitar. (PRISKA BIRAHY)