16 Ribu Ton Beras Parkir Di Gudang, Stok Aman Lima Bulan Kedepan

by
Stok beras di gudang BULOG Halong dan di gudang lain sebanyak 16 ribu ton cukup untuk kebutuhan konsumsi lima bulan kedepan (29/4). FOTO: Priska Birahy

 

TERASMALUKU.COM,AMBON – Stok beras di gudang BULOG Ambon dipastikan aman untuk kebutuhan permintaan selama ramadhan dan lebaran.

Loading…

Kepala Bulog Divre Maluku dan Maluku Utara Arif Mandi menjelaskan, saat ini stok beras untuk wilayah Maluku 16.000 ton. Jumlah itu cukup untuk kebutuhan konsumsi masyarakat selama lima bulan kedepan.

“Berasnya pasokan dari Sulawesi Selatan. Kami akan koordinasi agar nantinya harga di pasar stabil,” jelasnya saat berkunjung bersama tim kementrian perdagangan Republik Indonesia di Gudang BULOG pagi tadi (29/4/2019).

(ki-ka) Kepala BULOG Divre Maluku dan Maluku Utara Arif Mandu dan Staf Ahli Kementrian Perdagangan Suhamto memastikan stok beras di gudang BULOG Halong Kecamatan Baguala Ambon (29/4). FOTO: Priska Birahy

Untuk memenuhi kebutuhan makan masyarakat Maluku, beras dipasok dari dua wilayah pemasom besar, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Di Maluku, Pulau Buru dan Seram juga mengahsilkan beras. Namun jumlahnya belum mencukupi kebutuhan makan orang Maluku secara keseluruhan. Penyaluran beras dari dua pulau ini lebih banyak di wilayah sekitarnya atau dibawa ke Sorong, Papua; seperti beras dari Seram.

BULOG juga telah merancang berbagai instrument penjaga stabilitas harga. “Esok (30/4) kami akan bikin pasar murah koordinasi dengan disperindag,” sebut mantan Kadivre Bulog Papua.

Masyarakat bisa mengakses bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di situ. Selain beras, terdapat komoditas lain yang dikuasai BULOG seperti minyak goreng, terigu dan gula.

Minyak goreng KITA milik BULOG disiapkan sebanyak 140.000 liter

Di gudang penyimpanan di Halong, stok gula pasir ada 2.500 ton, minyak goreng 140.000 liter dan 17 ton tepung terigu atau setara satu kontainer. Dalam kunjugan Arif menunjukkan minyak kelapa lokal besutan BULOG kepada staf ahli kementrian perdagangan.

“Kalau di kami (bulog) namanya minyak goreng KITA. Masyarakat tidak perlu khawatir soal harga dan stok,” jelasnya mengakhiri kunjungan di gudang BULOG. (PRISKA BIRAHY)