BPOM Ambon Temukan Tiga Jenis Makanan Kedaluarsa

BPOM Ambon Temukan Tiga Jenis Makanan Kedaluarsa

SHARE
Balai POM Ambon temukan ribuan bungkus dari tiga jenis makanan ringan yang lewat masa kedaluarsa. Produk pangan olahan itu lantas diambil dimusnahkan. FOTO: Fandy Wattimena for Terasmaluku.com

 

TERASMALUKU.COM – Hari pertama pengawasan bahan pangan jelang natal, Balai POM Ambon temukan ribuan bungkus makanan ringan yang telah lewat masa berlaku.

Produk pangan yang diperiksa dan disita pihak BPOM yakni dari tiga jenis permen dan coklat bikinan industri rumahan yang masuk kategori pangan olahan. Makanan ringan itu diketahui telah lewat masa kedaluarsa namun masih dipajang di swalayan yang ada di pusat perbelanjaan Maluku City Mall, Tantui Ambon.

Pengawasan berlangsung dari minggu ini hingga awal Januari 2019. Pada hari pertama, tim pengawas makanan memang langsung menyasar bahan makanan olahan yang dijual di situ. Letaknya berada di rak bagian belakang dekat makanan segar. “Pada pengawasan pertama ini kami temukan ada makanan olahan industri rumah tangga yang tidak sesuai. Produk itu langsung dimusnahkan,” terang Mathias Sandy anggota bagian pemeriksaan BPOM Ambon.

Dalam pemeriksaan itu pihaknya mengetes satu persatu makanan dalam wadah pajang akrilik. Seperti melihat kondisi fisik pangan, serta membau makanan tersebut. Tujuannya untuk memastikan tanda kelayakan pangan agar aman dikonsumsi.

Usai pengecekkan mereka menjumpai ada tiga jenis makanan ringan berupa permen dan coklat. Ketiganya dijual dalam ukuran perkilogram serta ada juga yang telah dikemas dalam bentuk paketan. Petugas pun langsung memasukannya ke dalam kantong untuk kemudian dimusnahkan.

Selain bahan olahan pangan kedaluarsa, mereka juga menemukan produk makanan olahan yang masih memakai izin edar lama. “Sekarang produk indsutri rumah tangga sudah pakai 15 digit angka, tapi yang ditemukan tadi masih pakai 12 digit,” lanjut mantan humas BPOM Ambon itu.

Hal tersebut merupakan bagian penting dalam penjualan produk obat dan makanan. Apalagi saat ini pihak BPOM tengah gencar mengkampanyekan CEK KLIK. Yaitu pengecekan produk melalui beberapa indikator keamanan. Salah satunya produk harus punya izin edar dengan 15 digit angka.

Sementara yang ditemukan siang tadi, produknya masih memakai izin yang lama. Artinya belum ada pembaruan dan pemeriksaan keamaanan lanjutan dari pihak terkait. Prdoduk makanan itu lantas kembalikan ke pihak pengelola swalayan untuk dilengkapi izin edarnya.

“Fokus pengawasan jelang natal nanti tidak hanya  untuk makanan kering. Tapi juga makanan basah dan segar,” lanjut Sandy. BPOM Ambon berencana tidak hanya ke pasar moderen atpi juga turun langsung ke pasar tradisional hingga agen-agen penyedia sembako dan pangan lain.

Bahan pangan segar dan basar seperti mie maupun ikan dan daging lain tak luput dari pengawasan timnya. Cara itu diambil untuk memastikan makanan yang hendak dikonsumsi masyarakat aman.

Pihaknya juga berharap agar masyarakat pun ikut mengawas peredaran makanan. Yakni dengan mengecek terlebih dahulu tanggal kedaluarsa serta tanda-tnda fisik pada makanan sebelum membelinya. (PRISKA BIRAHY)

 

loading...