4 Milyar Lebih Uang Tak Layak Edar Dimusnahkan BI Maluku

4 Milyar Lebih Uang Tak Layak Edar Dimusnahkan BI Maluku

SHARE
Kepala unit Pengolahan Uang Rupiah Bank Indonesia Perwakilan Maluku Bonariyadi menunjukkan uang rupiah soil level 7 (kiri) yang masuk kategori tak layak edar. FOTO : FRISKA BIRAHY (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Maluku berhasil memusnahkan sebanyak 476.160.242.000 uang lusuh yang dikumpulkan selama 2017 dan ditukar oleh warga Maluku. Uang-uang tak layak edar itu dikumpulkan dari masyarakat saat penukaran uang di bank atau melalui kas keliling.

Contoh hasil cacahan uang lusuh atau tak layak edar di BI Maluku

Masyarakat umumnya masih memperlakukan uang secara tidak tepat. Seperti meremas atau terkena air. Uang yang tak layak edar atau lusuh memiliki tekstur lembek, berubah warna, berbau bahkan terdapat noda. Atau secara sederhana uang tak nyaman lagi digenggam.

Kepala BI Perwakilan Provinsi Maluku, Bambang Pramasudi mengemukakan jumlah tersebut masih banyak beredar di masyarakat. “Jumlah empat milyar lebih yang sudah dimusnahkan,” kata Bambang saat ditemui di the Natsepa Resort and Conference Ambon, Jumat (29/6/2018). Menurut Pram umumnya uang beredar di daerah yang cukup jauh atau sulit dijangkau. Pihak bank pun kadang kesulitan untuk mencapai lokasi itu. Semisal Wetar, Kepulauan Aru atau Dobo.

Bonaryadi, Kepala unit Pengolahan Uang Rupiah Bank Indonesia Perwakilan Maluku pun membenarkan itu. Lokasi yang cukup jauh dari pusat kota serta keterbatasan jumlah bank menyulitkan warga menukarkan uang mereka. “Uang rupiah itu punya level. Dari 1 sampai 16. Batas aman yang dipakai mulai dari level 8 ke atas,” jelasnya.

Soil level atau ukuran kelusuhan level 7 hingga 1 merupakan yang ditarik dan dimusnahkan pihak bank. Dia pun sempat mencontohkan tipe UTLE kepada Terasmaluku.com. Uang-uang itu yang nantinya akan dimusnahkan menggunakan mesin racik hingga jadi cacahan kecil. Setelah itu dibuang langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Toisapu.

Menurutnya tiga wilayah yang paling banyak terdapat uang lusuh yakni Pulau Wetar, Kepulauan Aru dan Dobo. Melalui program Kas Keliling BI yang ditempatkan di Kota Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Kota Namlea Kabupaten Buru dan Kota Tual pihaknya menerima sejumlah uang yang ditukar warga dari desa atau pulau pulau terdekat dengan lokas Kas Keliling BI itu. (BIR)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
loading...