Pertama di Ambon, Tiga Komuitas Film Gelar NgoFi

by
Suasana nonton film bareng di Ambon, Sabtu (18/3). Foto : IAN (TERASMALUKU)

AMBON-Tiga komunitas film untuk pertama kalinya menggelar ngobrol film (NgoFi) dan nonton bareng Film India di Desa Poka Kecamatan Teluk Ambon, Sabtu (18/03). Tiga komunitas film asal Ambon tersebut diantaranya, BaileoDOC, Beta Film dan satu komunitas film terbaru yaitu Liga Film Mahasiswa (LFM) IAIN Ambon, Obscura Al-hazen.

Rizky Husein, salah satu pengagas NgoFi mengatakan, kegiatan yang pertama kali dihelat di Kota Ambon itu, bertujuan untuk menggelorakan semangat film Indonesia timur. “Selain itu, kegiatan ini juga dapat menghubungkan antara pembuat film dengan penontonnya,” kata Rifky yang juga sutradara film provokator damai.

Rifky menuturkan, tiga komunitas film di Kota Ambon itu, akan terus menggelar NgoFi setiap bulannya dengan menayangkan berbagai macam film karya anak-anak muda kreatif dari berbagai daerah. Dalam nonton bareng ini, Rifky Husain cs, mempertontonkan film asal Tegal yang disutradarai Wicaksono Wisnu Legowo berjudul Turah.

Film yang diproduksi Fourcolours Films tahun 2016 tersebut menceritakan tentang kehidupan masyarakat Kampung Tirang di Kota Tegal yang terisolasi selama bertahun-tahun yang kemudian memunculkan berbagai problem.

Sutradara Film Turah, Wicaksono Wisnu Legowo yang berdiskusi via skype dengan peserta NgoFi menceritakan, karena Kampung Tirang yang berdekatan dengan pelabuhan Tegalsari dan dikelilingi oleh air laut termasuk wilayah kategori miskin serta terpencil. Di daerah tersebut kata dia, listrik menyala hanya pada malam hari serta tidak ada air bersih.

“Oleh masyarakat sekitar, kampung itu dikenal sebagai Kampung Tirang. Kondisi tersebut menginspirasi saya untuk mengangkat kisah hidup para warga di Kampung Tirang melalui film layar lebar dengan lakon Turah,” kata Wisnu.

Namun, dia menambahkan, meski di Tahun 2016, film ini memenangi 3 kategori sekaligus; Geber Award, Netpac Award dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival serta kategori Asian Feature Film Special Mention dalam Singapore International Film Festival, film berjudul Turah itu belum pernah ditayangkan di daerah Tegal. “Makanya sampai sekarang saya juga belum tahu apakah film ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat atau tidak, apalagi gerakan pemerintah,”ujarnya.(IAN)