54 Penumpang Kapal Jalani Rapid Test dan Rencana Bagi Semua Pendatang

by
Tes cepat dengan rapid test. FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Fakta orang tanpa gejala (OTG) dari rerata pasien dirawat mendorong pemerintah perlu mengambil langkah cermat. Ada rencana bahwa setiap mereka yang bergerak masuk ke Ambon bakal dilakukan tes cepat dengan rapid test. Termasuk 54 penumpang KM. Dobonsolo.

BACA JUGA : Maluku Tambah 3 Pasien Positif Dari 3 Kota Kabupaten

BACA JUGA : Kabar Baik, Pasien 02 yang Berusia 74 Tahun Sembuh

Tidak diberlakukannya lockdown sesuai anjuran presiden melahirkan konsekuensi lain. Pemerintah daerah harus bisa mengendalikan laju kedatangan orang terutama dari zona merah.

Selain soal jumlah, kemungkinan pergerakan virus dari mereka ini perlu diantisipasi. Dalam jumpa pers di teras kantor gubernur Maluku Jumat malam, (17/4/2020), Ketua Harian Penanganan dan Pencegahan Covid-19, Kasrul Selang kepada sejumlah wartawan menyatakan ada kemungkinan pihaknya mengambil langkah tersebut.

“Katong akang sampel. Buat liat dengan rapid kalau positif (reaktif) akan dibawa ke diklat yang ditetapkan pemerintah sebagai lokasi lain isolasi,” terangnya saat ditanayi mengenai kemungkinan semua pendatang diikutkan test cepat.

Loading...

Langkah itu mungkin bisa menjadi opsi lain meski ada kesan terlambat. Sebab saat ini pelayaran dan penerbangan telah dibatasi. Jumlah penumpang yang masuk menurun drastis. Terutama, kata Kasrul, penumpang pesawat alami penurunan hingga tersisa berkisar 20-25 persen yang masuk.

Sebagai pembuka, pihaknya langsung mengkaratina 54 penumpang KM. Dobonsolo yang tiba pada Jumat pagi, (17/4/2020) di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Mereka semua dikarantina di Asrama Haji Ambon, Waiheru. Terdiri dari 49 orang dewasa dan lima anak-anak.

Tim kesehatan juga dikerahkan untuk memeriksa sampel darah mereka melalui tes cepat rapid test. “Malam ini, (Jumat malam, red) mereka sementara diambil rapid test oleh tim kesehatan yang turun,” katanya. Bila hasil mereka reaktif, maka isolasi dilakukan di Balai Diklat BPSDM Wailela. Yang hasilnya non-reaktif  dan ber-KTP Ambon, isolasi selanjutnya ditangani pemkot. Sedangkan KTP di luar Kota Ambon akan melanjutkan karantina di Asrama Haji.

Selain 54 penumpang tadi, dua anak buah kapal (ABK) KM. Dobonsolo juga jalani isolasi. Namun dua orang ini berada terpisah. Itu lantaran hasil test cepat dua ABK reaktif. Mereka ditempatkan di Balai Diklat BPSDM. Akan ada test selanjutnya yaitu swab yang nantinya akan diperiksa dengan motede PCR pada laboratorium jejaring kemenkes, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) kelas II Ambon. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *