7.190 Keluarga Terima Bansos Beras Bulog Program Kemensos

by
Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler (tengah) melaunching beras Bulog bantuan Kemensos untuk warga Kota Ambon, Rabu (16/9/2020). FOTO : PRISKA BIRAHY

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler melauching Bantuan Beras Sosial (BSB) untuk keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) Kota Ambon, Rabu (16/9/2020). Bantuan tersebut diberikan untuk membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler mengatakan, bantuan dari Kementerian Sosial ini akan diberikan kepada 7.190 keluarga terdampak Covid-19 di Kota Ambon. “Bantuan ini kita salurkan ke Delapan desa dan negeri di Kota Ambon,” kata Syarif.

Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler (tengah) melaunching beras Bulog bantuan Kemensos untuk warga Kota Ambon, Rabu (16/9/2020). FOTO : PRISKA BIRAHY

 

Syarif meminta untuk bantuan tersebut jangan disalahgunakan dan tidak disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, sehingga harus ada pengawasan sampai ke penerima manfaat.

Loading...

“Pendataan harus sebaik mungkin dan penyaluran bantuan harus diawasi dengan tegas biar tidak ada kecurangan,” ujar dia. Menurut dia, pandemi Covid-19 ini sangat menggangu sekali ekonomi masyarakat, sehingga bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat ini sangat tepat sekali.

Dia berharap, tidak ada kendala apapun dalam penyaluran bantuan ini baik itu dari data penerima maupun lainnya.

Sementara Kepala Bulog Maluku Muhammad Taufiq mengatakan, Bantuan dari Ken sosial ini nanti akan diberikan ke seluruh kabupaten kota di Maluku. Bantuan tersebut diberikan secara bertahap selama tiga bulan.

“Ada sebanyak 4500 ton di Maluku yang di salurkan secara bertahap,” katanya. Taufiq mengungkapkan, sesuai dengan Juklat dari Kementerian maka beras yang mau disalurkan kepada masyarakat harus dirawat dengan baik selama 3 bulan. “Karena beras yang disalurkan harus layak diterima oleh masyarakat,” katanya. (ALFIAN SANUSI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *