Abdullah Tuasikal, Gebrakan Fenomenal Sang Pelatih Politik Oleh : Ismail La Ata Tim Relawan AT Community

by
Ismail La Ata

Siapa yang tidak kenal sosok politisi kawakan asal Maluku Tengah Abdullah Tuasikal atau yang biasa disapa AT. Mantan Bupati Maluku Tengah dua periode ini akhirnya melenggang ke Senayan pada Pileg 2019 melalui partai Nasional Demokrat (NASDEM) dengan Nomor urut 2 bersama Isterinya Mirati Dewaningsih yang juga Calon anggota DPD RI Dapil Maluku.

Sesuai data hasil rekapitulasi 11 kabupaten/Kota di kantor KPU Provinsi Maluku pada Senin (20/5/2019) dini hari tadi, mantan Ketua KNPI Maluku tersebut dan MD39 jargon tim Mirati telah meraup suara yang signifikan. Dan sesuai perolehan suara terbanyak masuk dalam posisi 4 besar. Untuk DPR RI Mercy Barends (PDIP) 88.706 total perolehan suara partai 197.648, Abdullah Tuasikal (NasDem) 51.827 total perolehan suara partai 118.307 , Saadiah Uluputty (PKS) 46,011 dengan total suara partai 97.765 dan pada kursi terakhir ada Hendrik Lewerissa (Gerindra) 60,482 dengan total suara partai 94,298. Untuk DPD RI Anna latuconsina 119.091, Novita Anakotta 85.862, Mirati Dewaningsih 62.135, Nono Sampono 60.934.

Politik bagi AT seperti air dan ikan yang tak dapat terpisahkan, naluri berpolitik AT sangat kuat sehingga jangan heran kemudian dijuluki sebagai pelatih politik, walaupun kadang dalam arena pesta demokrasi sering dewi fortuna tidak memihak alias belum beruntung kepadanya. Tetapi bagi AT itu adalah sebuah seni dalam berpolitik, ibaratnya politisi sejati itu memiliki 1000 nyawa jika kalah satu kali bangkit lagi berkali kali.

Sepak terjang AT di perpolitikan Maluku sudah tidak diragukan lagi, pada tahun 2004 berhasil membawa Isterinya Mirati Dewaningsih sebagai anggota DPD RI, kemudian pada tahun 2008 berpasangan dengan Septinus Hematang dengan Akronim TULUS ikut serta dalam pemilihan Gubernur Maluku namun kalah dari pasangan incumbent Karel Ralahalu dan Said Assagaf.

Setahun kemudian tepatnya pada pemilihan legislatif tahun 2009, AT kembali membawa isterinya menjadi anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa. Sebelum mengakhiri masa jabatannya sebagai Bupati Maluku Tengah pada tahun 2012, AT meracik strategi untuk memenangkan Tuasikal Abua dan Marlatu Leleury pada pilkada di Bumi Pamahanunusa, hingga kini telah memasuki periode kedua.

Tak terhenti disitu setelah tidak menjabat lagi sebagai kepala daerah, pada tahun 2013 AT kembali mencoba peruntungannya dengan maju sebagai calon gubernur Maluku berpasangan dengan Hendrik Lewerissa, namun lagi-lagi kemenangan belum berpihak padanya untuk menjadi pimpinan tertinggi di Negeri Seribu pulau Maluku. AT tak patah arang atau hilang semangat apalagi mundur dari dunia perpolitikan Maluku.

Pada pesta demokrasi 2014, AT kembali mengantarkan anaknya Amrullah Amri Tuasikal sebagai Anggota DPR RI dari partai Gerindra. Ibarat di pertandingan sepak bola AT bagaikan Lionel Messi yang tajam di lini depan dan terus menghasilkan gol. Sebagai politisi, AT sadar bahwa dalam politik itu biasa ada yang suka dan tidak suka dengan pergerakan politiknya, tetapi prinsip hidup AT, selama kita berniat baik dan TULUS untuk kepentingan rakyat, Insha Allah Tuhan Yang Maha Kuasa akan merestui.

Perbedaan sikap politik itu adalah hal yang lumrah dalam dunia perpolitikan. Walau terkadang banyak isu yang dimainkan untuk menjatuhkan kredibilitasnya seperti dengan membawa isu dinasti dan ingin perubahan, namun semua proses demokrasi dikembalikan kepada rakyat yang menentukan sikap politiknya. Rakyat kini semakin cerdas dalam berpolitik apalagi di era serba keterbukaan atau milenial saat ini.

Banyak kalangan menganggap bahwa AT sudah “Game Over” atau selesai dengan karir politiknya setelah pada perhelatan pesta demokrasi 2018 dengan komunitas AT Communitynya yang bergabung bersama Petahana Said Assagaff dan Andreas Rentanubun dalam pilgub Maluku, namun akhirnya tumbang dari pasangan Murad Ismail dan Barnabas Orno.

Namun itulah AT yang selalu hadir dengan berbagai kejutan Politik, catatan kalah dan menang itu biasa bagi AT, kalau menang jangan Jumawa dan kalau kalah pun jangan patah semangat karena dunia ini belum berakhir. “Mari katong bersama-sama membangun Maluku” kata AT. Pileg 2019 menjadi ajang pembuktian bahwa masyarakat Maluku masih merindukan sentuhan tangan dingin AT dalam kancah perpolitikan Maluku, dengan memiliki basis pemilih tradisional yang kuat AT maju sebagai Calon Anggota DPR RI dari Partai NASDEM.

Walaupun dalam perjalanan dinamika suksesi ini, AT dihadang banyak kekuatan politik yang ingin menjegal baik secara internal maupun eksternal. Mereka hanya ingin AT tutup buku dari dunia perpolitikan Maluku apalagi kali ini AT maju bersama-sama dengan isterinya Mirati Dewaningsih sebagai Calon DPD RI, ada yang pesimis dan bahkan terang-terangan menentang dan tidak mendukung pencalonan ini. Tetapi kondisi itu tidak menyurutkan semangat politisi kawakan yang gemar memancing tersebut. Kata AT “Politik seng (tidak) sedap kalau seng ada tantangan dan dinamika”

Pelatih tetap pelatih saja, mungkin ini kata yang pas disematkan buat sang Fenomenal Abdullah Tuasikal. sang pengatur strategi politik ini beserta dengan isterinya akan melenggang ke senayan menjadi keterwakilan Maluku sebagai anggota DPD dan DPR RI periode 2019-2024. Sebuah pencapaian kerja politik yang luar biasa dan menjadi catatan sejarah baru dalam perpolitikan khususnya di Maluku, semoga keberadaan AT dan Mirati Dewaningsih menjadi penyambung aspirasi guna memperjuangkan kepentingan Maluku di Senayan nantinya bersama legislator lainnya!!*** Ismail La Ata, Tim Relawan AT Community (Bersambung).

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *