Abrasi, Situs Sejarah Benteng Concordia di Pulau Banda Terancam Ambruk

by
Kondisi Pantai Desa Waer Kecamatan Banda mengalami abrasi sejak sepuluh tahun terakhir. Abrasi ini mengancam situs sejarah Benteng Concordia yang dibangun Belanda.

AMBON-Situs sejarah Benteng Concordia di Desa Waer Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku  terancam ambruk akibat abrasi  pantai di desa itu. Selain Benteng, puluhan rumah warga juga terancam rusak akibat abrasi tersebut.

Ratusan meter garis pantai Desa Waer yang terletak di Pulau Banda Besar  itu mengalami abrasi sejak sepuluh tahun terakhir ini.  Abrasi terjadi terutama saat musim timur kini, ombak besar melanda wilayah itu sehingga menyebabkan pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut.

Saat ini abrasi pantai makin parah karena sudah mengalami abrasi atau erosi lebih dari sepuluh meter dari bibir pantai.  Kondisi ini mengancam Benteng Concordia yang tinggal berjarak sekitar empat meter dari lokasi yang belum mengalami abrasi.

Abrasi pantai juga menyebabkan pos pengintai Benteng Concordia juga abruk. Jalan setapak dan tangga yang dibangun secara swadaya oleh  warga  untuk  akses jalan tiap hari ke dermaga tradisioanal itu  juga  roboh akibat abrasi pantai.

Kepala Pemerintah Negeri  Waer Abdullah Ngabalin menyatakan, pihaknya sudah berkali – kali menyampaikan hal ini kepada pemerintah baik Kabupaten Malteng, Pemprov Maluku namun belum ada respon positif. Ia menyatakan, selain benteng, abrasi juga mengancam puluhan rumah warga di tepi pantai.

Loading...

“Tiap saat terjadi abrasi, terutama pada  musim ombak ini,  kondisinya makin memprihatinkan dan  sudah mengancam Benteng Concordia dan pemukiman warga. Jika tidak segerah dibuat talud penahan ombak maka dipastikan benteng dan  sejumlah rumah warga akan ambruk, ikut mengalami abrasi,” kata Ngabalin belum lama ini.

Ngabalin juga menunjuk surat permohonan bantuan dari Pemerintah Negeri Waer kepada Gubernur Maluku Said Assagaff dan  Balai Sungai Wilayah Maluku agar dapat  membuat talud untuk mengatasi abrasi pantai desa itu. Ia berharap  pemerintah  memperhatikan masalah ini sehingga dapat   menyelamatkan ratusan rumah warga dari ancaman longsor akibat abrasi pantai Waer.

Benteng Concordia merupakan situs sejarah yang dibangun Portugis dan dilanjutkan kolonial Belanda pada tahun 1630, tepatnya di pesisir Timur Pulau Banda Besar. Benteng dibangun dekat dengan pemukiman warga.

Pada masa kejayaan perdagangan rempah-rempah, benteng yang dikenal dengan Fort Wayer itu  berfungsi sebagai suatu “watchtower” menara pengawas untuk semua perkebunan di wilayah sisi timur Pulau Banda Besar.  Selain pertahanan,  benteng ini juga menjadi sarana pengawasan jalur laut dari sisi selatan sebelum memasuki selat  menuju Pulau Naira sebagai pusat pemerintahan dan pusat dagang VOC. Hamdi Jempot

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *