ACT – MRI Buka Posko Pelayanan Kesehatan Untuk Penyintas Gempa Malteng

by
ACT – MRI memberikan layanan kesehatan untuk penyintas gempa di Kecamatan Tehoru Kabupaten Malteng, Kamis (24/6/2021). FOTO : ACT

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Lembaga Kemanusian Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Cabang Maluku membuka posko pelayanan kesehatan gratis untuk penyintas gempa di Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Kamis (24/6/2021).

Posko Pemeriksaan kesehatan gratis ini merupaka wujud kepedulian dari ACT dan MRI Maluku kepada penyintas gempa agar kesehatan mereka terjaga di tengah masa pemulihan, sehingga diharapkan dapat mengurangi kesulitan penderitaan masyarakat.

Gempa berkekuatan 6.1 magnitudo yang mengungcang wilayah Kecamatan Tehoru pada Rabu 16 Juni 2021, membuat ribuan warga mengungsi di dataran tinggi.

Untuk menjaga kesehatan penyintas di tenda pengungsian, ACT bersama MRI Cabang Maluku membuka posko pelayanan kesehatan gratis untuk para penyintas di tenda pengungsian.

“Selain melakukan pemeriksaan kesehatan, kami juga memberikan obat-obatan dan vitamin untuk para penyintas, dengan itu kami berharap dengan palayanan kesehatan ini dapa membatu para korban gempa malteng di tenda pengungsian,” kata Ketua Posko ACT MRI Untuk Gempa Malteng, Muhamad Iqbal Kumkelo dalam siaran persnya.

Iqbal mengatakan pemeriksaan kesehatan gratis ini dilukan di puncak Hahan Desa Haya dan di Desa Mahu serta Desa Waiputi. Terdapat satu dokter dan sekitar tujuh tenaga medis dikerahkan dalam aksi ini.

“Alhamdulillah kita melakukan pelayanan kesehatan di beberapa titik lokasi pengunsian. Hari ini semacam kita mencari tahu penyakit apa yang paling sering diderita masyarakat. Kedepannya kita akan berusaha lebih maksimal untuk melayani penyintas gempa, banyak yang diderita yaitu demam dan gatal-gatal akibat akibat minimnya kebersihan,” ujar Firda Zahra Tuasikal, Ketua Koordinator Aksi.

La Ode salah satu penyintas gempa di Desa Waiputi mengapresiasi pelayanan kesehatan serta pembagian obat-obatan.

Karena selama mereka mengungsia hingga beberapa hari terjadinya gempa mereka hanya melakukan pemeriksaan kesehatan tidak diberikan obat-obatan, karena mereka tidak mendapatkan bantuan obat-obatan

“Terimakasih Tim ACT-MRI, yang telah peduli dengan kami di tenda pengungsian semoga dengan ini dapat bermanfaat untuk kita semua para penyintas gempa di Desa Waiputi di sini,” ujar La Ode.

Editor : Hamdi