ACT- MRI Peringati Hardiknas Dengan Menggelar Ramadhan Berkisah

by
Aksi Cepat Tanggap (ACT) Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Maluku menggelar Ramadhan berkisah di sekolah RASA ( Rumah Belajar Atap Sagu ) dengan anak-anak di Dusun Waipoot Desa Wakal Kecematan Laihitu Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (2/5/2021). FOTO : ACT MALUKU

TERASMSLUKU.COM,-AMBON-Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Aksi Cepat Tanggap (ACT) Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Maluku menggelar Ramadhan berkisah di sekolah RASA ( Rumah Belajar Atap Sagu ) dengan anak-anak di Dusun Waipoot Desa Wakal Kecematan Laihitu Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (2/5/2021).

Ramadhan berkisah, kegiatan yang bertujuan mengarahkan anak anak agar mahir bercerita dan tampil di depan umum.

Selain bercerita, anak-anak juga bermain berbagai game edukatif seperti outbound dan project mewarnai di sekolah RASA, ada beberapa item lain yang harus di perhatikan untuk memastikan anak tetap termotivasi untuk terus belajar.

Faktor lingkungan menjadi item penting dalam hal ini. “Lingkungan anak-anak itu diciptakan, dan untuk menciptakan iklim lingkungan yang ramah belajar bagi anak merupakan tugas setiap Anak muda,” kata Kordinator Sekolah RASA, Cantika Wandasari Muhrim.

Menurutnya, nilai-nilai yang diajarkan anak di rumah dan di sekolah itu juga harus dikawal dengan baik di lingkungan sekitarnya.

“Sebagai anak muda kita harus memastikan di dalam lingkungan pun anak-anak tetap aman. Maka wadah belajar non formal itu penting sekali ada untuk mengawal nilai nilai yang diajarkan orang tua di rumah ataupun guru di sekolah,” kata Cantika.

Dalam project mewarnai anak anak diajak membuat ucapan selamat hari pendidikan diatas kertas manila yang dibumbui tanda tangan menggunakan pewarna, dicap diatas kertas, sebagai bentuk rasa syukur karena masih mampu menempuh dunia pendidikan seperti anak-anak di kota pada umumnya.

Kegiatan tersebut juga disambut baik oleh warga sekitar. “Saya senang sekali melihat anak anak ini tersenyum, akhirnya ada juga hiburan di dusun. Biasanya mereka cuman bermain di perkebunan,” tutur Ny. Awi, salah seorang tua murid sekolah RASA.

Di akhir kegiatan anak-anak diberikan satu paket belajar dan snack, sebagai hadiah untuk mengapresiasi semangat mereka. “Harapannya semangat belajar anak -anak di dusun ini terus meningkat setiap harinya,” ungkap Cantika.

Editor : Hamdi