Ada 212 Kos Di Batu Merah Yang Belum Terdaftar Sebagai Wajib Pajak

by
Pertumbuhan usaha kos yang kian menjamur jadi lahan potensial pajak dan retribusi daerah. FOTO: Nair Fuad

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon targetkan pendapatan daerah dari pajak dan retribusi sebesar Rp 116 miliar. Usaha kos menjadi salah satu penyumbang terbesar. Pada triwulan pertama saja, Badan Pajak dan Retribusi Daerah berhasil mendata ada 200 lebih kos di kawasan Batu Merah dalam hingga kawasan STAIN Ambon yang belum terdata sebagai wajib pajak.

Baru-baru ini pemerintah kota berhasil mendata sebanyak 212 rumah kos yang belum menjadi wajib pajak. Peluang usaha dan lokasi menjadikan kawasan Batu Merah lahan subur bagi pertumbuhan rumah kos. Di kawasan itu terdapat usaha restoran, penginapan, pasar hingga kampus.

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Dinas Pendapatan Daerah Daerah Roy de Fretes menyebut pihaknya menurunkan tim untuk menyisir kawasan tersebut. “Kita bagi jadi enam tim turun ke Batu Merah Dalam dan dekat kampus. Banyak kos di gang-gang kecil yang belum terdata wajib pajak,” sebutnya kepada Terasmaluku.com (28/2/2019).

Sesuai Undang-Undang Nomor 28 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, kos dengan minimal 10 kamar terdata sebagai wajib pajak. Namun praktik di lapangan banyak pengusaha kos yang mengelabuhi petugas. Menurut Roy, pemilik kos menyiasatinya dengan hanya membangun sembilan kamar saja. Kalaupun ada yang lebih dari itu, mereka umumnya enggan melapor.

Padahal kebutuhan daerah untuk pembangunan makin tinggi. Karena itu pemerintah menerapkan aturan baru dengan tidak ada pengecualian bagi pemilik kos. “Berapapun kamarnya sekarang kena pajak. Jadi kita akan terus turun dan data. Batu Merah salah satu yang padat dan potensial,” katanya.

Dari hasil penelusuran, 212 kos yang baru itu punya nilai potensial pajak sekitar Rp 400 juta. Besaran pajak yang dikenakan bagi pemilik kos yakni 10 persen. Jadi, jika ada 10 kamar kos dengan harga satu kamar Rp 300 perbulan maka besar pajak yang harus dibayarkan tiap bulan adala Rp 300 ribu. Selanjutnya tim akan turun ke wilayah potensial lain seperti di Galala, halong, Poka, Rumah Tiga, Wayame, Lateri dan Paso.

Salain dari usaha kos, sumber pendapatan pajak juga berasal dari usaha mebel, kios, air isi ulang, bengkel, rumah makan, foto kopi hingga pangkas rambut. Total wajib pajak baru yang didata periode Januari hingga Februari sebanyak 241. (PRISKA BIRAHY)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *