Ada Kabar Baru Nih dari Penyidikan Dugaan Korupsi Anggaran Sekretariat SBB

by
Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku. Foto : terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) dan Humas Kejaksaan Tinggi Maluku, Wahyudi Kareba mengungkapkan penyidik Korps Adhyaksa bersama Inspektorat Provinsi Maluku  sama-sama terjun ke Piru, Ibukota Kabupaten Seram Bagian Barat dalam mengusut kasus dugaan korupsi anggaran Sekretariat (Setda) Kabupaten SBB Tahun 2016.

Sebagaimana diketahui, dari total anggaran senilai Rp. 18 miliar Tahun 2016 Setda SBB, menurut perhitungan sementara penyidik Kejati Maluku, hampri setengahnya atau senilai Rp. 7 miliar tak bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya.

BACA JUGA : Kajati Maluku : Rp. 7 Miliar Penggunaan Anggaran Setda SBB Tak Bisa Dipertanggungjawabkan

Di tahap penyidikan ini, penyidik Kejati Maluku meminta Inspektorat Provinsi Maluku untuk menghitung kerugian negara.

Dalam Kasus ini nama Sekretaris Daerah (Sekda) SBB, Mansur Tuharea selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) juga ikut terseret.

Bahkan pemeriksaan saksi-saksi termasuk Sekda SBB sudah diperiksa. Hanya saja hingga pekan pertama Agustus 2021, belum ada tersangka yang ditetapkan.

Kasi Penkum dan Humas Kejati Maluku, Wahyudi Kareba

“Hari ini Penyidik sama-sama dengan Inspektorat Provinsi Maluku sudah turun ke SBB untuk pemeriksaan,”ungkap Wahyudi di Ambon, Kamis malam.

Dijelaskannya, kehadiran Penyidik Kejati Maluku untuk dampingi Inspektorat dalam menghitung kerugian negara.

Ini dimaksudkan agar saat dilakukan pemeriksaan seputar hal ikhwal penggunaan dari anggaran tahun 2016 bisa dicocokan datanya dengan data yang sudah dikantongi penyidik.

“Jadi kalau diperiksa data atau dokumen, akan dilihat dengan data yang sudah di kantongi penyidik. Pendampinganlah maksudnya,”sambungnya.

Namun berapa lama pemeriksaan di SBB ini akan dilakukan, wahyudi mengaku belum mengetahui pasti. “Belum tau sampai berapa hari, yang pasti sudah turun tadi (Kamis),”tandasnya. (Ruzady)