Ada Penolakan Asrama Haji Jadi Tempat Karantina, Pemda Baru Akan Sosialisasi Ke Warga Malam Ini

by
Ketua gugus tugas pencegahan dan penanganan COVID-19 Kasrul Selang (tengah). FOTO: Dok. Terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Salah satu lokasi yang disebut sebagai tempat alternatif karantina nyatanya munculkan penolakan. Lokasi tersebut yakni Asrama Haji di kawasan Waiheru Kota Ambon. Namun pemerintah daerah baru akan lakukan sosialisasi kepada warga menjelaskan kondisi tersebut malam ini, Rabu (1/4/2020).

Dalam beberapa kali pernyataan pers dan wawancara baik Dinas Kesehatan pun dari Gugus Tugas Pencegahan dan penanganan COVID-19 Maluku nyebutkan Asrama Haji menjadi salah satu tempat yang disiapkan untuk itu.

Keberadaan fasilitas kamar tidur, temat mandi dan hal-hal yang menunjang menjadi alasan pemerintah memilih lokasi tersebut bersama beberapa lokasi lain. Seperti balai diklat pengembangan sumber daya manusia (BPSDM), BalaI diklat pertanian, balai diklat keagamaan Ambon serta Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP). Lokasi-lokasi tersebut dijadikan tempat karantina bagi para penumpang kapal laut pun pesawat yang baru datang dari luar Maluku.

Sayangnya dari temuan wartawan  di lapangan, ada penolakan untuk menjadikan asrama haji sebagai tempat karantina. saat mengunjungi lokasi, Selasa  (31/3/2020) siang, pintu pagar Asrama Haji yang berlokasi di Waiheru itu terutup rapat.

Hanya ada dua penjaga di pos jaga bagian dalam asrama. Saat ditanyai, mereka mengaku tidak ada satupun yang dikarantina di situ. Aktivitas di sana pun tampak lengang. “Di sini seng ada yang isolasi. Pengurus asrama tolak,” celetuk salah seorang petugas di pos jaga saat ditanyai terkait keberadaan asrama sebagai lokasi karantina.

Mereka bersikeras memastikan bahwa memang di area tersebut tidak ada orang yang masuk untuk jalani karantina. Bahkan sempat terlontar bahwa ada ponolakan dari pihak asrama untuk dijadikan sebagai tempat karantina maksimal 14 bagi pendatang.

Salah seorang dari mereka pun sempat menyela pembicaraan dengan meminta wartawan untuk mengecek lokasi lain seperti BPSD, Diklat agama juga pertanian. “Seng ada, seng ada coba cek di tempat lain. Memang su ada aturan,” jelas mereka saat coba memastikan alasan mereka tidak membolehkan masuk dan mengunci pagar.

Loading...

Memang Sebelum mendatangi asrama haji ada beberapa lokasi yang sempat didatangi untuk mengecek para penghuni serta kondisi lokasi karantina. Dan faktanya di Balai Diklat Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Maluku, Balai Diklat Keagamaan Ambon LPMP telah terisi. Mereka merupakan penumpang kapal laut yang tiba di Ambon pada Minggu (29/3/2020). Hanya asrama haji yang tidak berpenghuni.

Untuk lebih memastikannya, beberapa warga sekitar yang ditemui sempat ditanyai terkait itu. Mereka ternyata juga memberikan jawaban serupa. Kepada wartawan, Asna, warga Waiheru, memastikan bahwa tidak ada orang yang dikarantina di dalam asrama haji. “Seng ada orang karantina. Pengurus tolak. Tapi yang katong tahu seng ada. Hanya ada penjaga di dalam,” aku dia.

Menurutnya lokasi yang padat penduduk jadi salah satu kekhawatiran jika pemerintah menempatkan orang untuk jalani karantina. Meski demikian jika memang harus dijadikan temat karantina dirinya mengaku tidak teralu menyoalkan hal tersebut. Menurutnya lokasi yang dijaga ketat dan ada ruangan khusus cukup melindungi mereka yang dikarantina dari kontak dengan warga lain. “Kalau beta sandiri seng apa-apa di sana kan ada ruangan khusus to,” imbuh Asna.

Sementara itu saat hal ini coba dikonfirmasi ke Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Maluku, Kasrul Selang memberikan pernyataan yang mengambang terkait penolakan itu. Namun berkesan membenarkan ada gejolak ketidaksetujuan dari warga. “Untuk asrama haji, jadi tempat alternatif ketiga jika diklat agama dan pertanian sudah full. Semua Diklat, katong kumpul warga sekitar untuk bicarakan,” terangnya melalui pesan singkat.

Itu berati mereka baru akan turun membahas hal itu dengan warga malam ini, Rabu (1/4/2020). Sosialisasi dilakukan agar mereka terpapar informasi yang tepat dan paham mengenai prosedru karantina yang aman.

Pasalnya lokasi-lokasi yang jadi tempat karantina di Ambon umunya berlokasi menyatu dan berdekatan dengan permukiman. Untuk itu perlu ada penjelasan resmi agar tidak menimbulkan kepanikan di kemudian hari.

“Kemarin di LPMP, diklat perikanan sudah selesai, setelah di informasikan baru masarakat paham dan tidak keberatan. Asrama haji punya jadwal besok malam, sosialisasi dengan warga,” kata Kasrul. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *