Ada Yang Tahu Ekekema Patae, Tarian Usai Perang Negeri Hatukau

by
Ekekema Patae, tarian usai peperangan khas Negeri Hatukau, Batu Merah yang dibawakan sanggar Remaja Masjid Agung An-Nur saat perayaan Hari Raya Idul Adha, Rabu (22/8/2018). FOTO : (PRISKA BIRAHY)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Usai perang warga desa menyambut para prajurit dengan suka ria. Kemenangan yang dibawa pulang menginspirasi warga ciptakan sebuah tarian penyambutan. Jika kita di Maluku akrab dengan tarian perang Cakalele, lain halnyanya dengan tarian Ekekema Patae.

Hadrad Hatukau dengan arak arakan panjang mengelilingi kampung Batu Merah

Sama sama tarian perang yang membedakan Ekekema Patae dibawakan warga usai kembali dari medan perang. Ekekema Patae, tarian khas orang Batu Merah itu terdengar cukup asing di telinga. Bahkan secara visual pun dijamin tak banyak yang tahu informasinya.

Loading…

Untuk kali pertama Ekekema Patae, ditampilkan pada perayaan Hari Raya Idul Adha di Negeri Batu Merah Kecamatan Sirimau  Kota Ambon, Rabu (22/8/2018) sore. Belasan anak remaja pria membentuk dua barisan. Sementara di garis depan seorang perempuan membawa parang dan pria dengan panah memimpin barisan. Mereka berjalan sambil melompat lalu membentuk lingkaran kecil.

Sang pemimpin perempuan memainkan parangnya sementara yang pria mengangkat panah. Sesekali mereka berteriak meluapkan kegembiraannya. “Ini tarian jaman dulu. Beta coba tanya tanya dari orang tua di Baru Merah sebab banyak yang su seng tahu,” kata pembina Sanggar Remaja Masjid Agung An-Nur Batu Merah, Mulyadi Taslim.

Menurutnya tiap penampilan seni budaya di Batu Merah berkesan itu itu saja. Dia coba menghadirkan warna lain dalam tarian perang yang langganan digelar usai peperangan. Proses tarian itu praktis membuat penonton kagum sekaligus penasaran.

Menurut cerita orang Batu Merah, tarian itu dihadirkan usai perang melawan penjajah yang dipimpin Kapitan Lisaholet. “Memang harus cari cari dan banyak tanya. Beta mau yang paling khas dari sini ditampilkan,” sambungnya. (PRISKA BIRAHY)