DMPTSP Naker dan Kejari MBD Dorong Perusahaan Terdaftar di BPJAMSOSTEK

by
FOTO : BPJAMSOSTEK MALUKU

TERASMALUKU.COM,-TIAKUR-Kepala Dinas DMPTSP dan Naker Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten MBD mendorong pelaku usaha yang belum mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJAMSOSTEK agar segera didaftarkan.

Hal itu untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, misalnya kecelakaan kerja atau meninggal dunia bisa mendapatkan uang klaim.

Dalam pemaparannya Kejari MBD memberikan edukasi, sudah ada aturan yang mengatur untuk setiap tenaga kerja yang dipekerjakan bisa didaftarkan BPJS Ketengakerjaan.

“Kasihan nanti tenaga kerjanya kalau tidak didaftarkan. Seperti ada kasus kecelakaan kerja meninggal dunia di perusahaan MBD belum didaftarkan sehingga santunan yang diberikan tidak sesuai dengan sewajarnya,” ujar Kepala Kejari MBD, Herwin Ardiono pada Jumat (20/8/2021).

Dalam acara tersebut juga dilakukan pemaparan oleh Kepala Dinas DMPTSP dan Naker MBD Ria Louhenapessy. Ria menjelaskan tatacara mendaftarkan usahanya di system OSS.

Menurutnya, saat ini jika ingin melakukan perizinan melalui OSS harus sudah memiliki nomor pendaftaran perusahaan BPJAMSOSTEK sehingga otomatis harus menjadi peserta BPJAMSOSTEK.

Sejalan dengan hal itu juga Kepala BPJAMSOSTEK Maluku, Laorensius Oloan menyebutkan, di tengah krisis ekonomi yang melanda Indonesia akibat Covid-19, perlu adanya jaminan kepada tenagakerja,  jika melangalami resiko kecelakaan kerja dalam bentuk pengebotan medis sampai sembuh, maupun santunan jaminan kematian bagi tenaga kerja terkhusus di MBD.

“Momentum inilah salah satu upaya untuk kami di tim kepatuhan yang diketuai langsung Kajari MBD, kita memberikan edukasi kepada kewajiban pemberi kerja agar patuh untuk mendaftarkan seluruh tenagakerjanya kedalam Program Jamsostek yang diselenggarakan oleh BPJAMSOSTEK,” kata Oloan.

Acara yang dihadiri oleh pemilik usaha di Kota Tiakur, Ibukota Kabupaten MBD tersebut memaparkan manfaat dan program BPJAMSOSTEK yaitu JKm, JKK, JHT dan Jaminan Penisun.

Dimana program ini akan melindungi pekerja pada saat terjadi resiko meninggal dunia, kecelakaan saat bekerja, dan saat tenaga kerja kehilangan pekerjaan.

Oloan menjelaskan, perlindungan dasar BPJS TK yaitu JKK dan JKM juga sangat besar manfaatnya, dengan iuran yang terbilang sangat kecil yaitu 9.500 per orang per bulan.

“Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini dan dorangan dari Kejaksaan Negeri MBD serta DMPTSP dan Naker MBD para pengusaha menjadi sadar dan peduli akan perlindungan pekerjanya sehingga segera mendaftarkan tenaga kerjannya ke BPJAMSOSTEK,” kata Oloan. (ADV)