Sinergi BPJS Kesehatan Ambon-Pemda Kabupaten Kepulauan Aru Tingkatkan Mutu Layanan

oleh
oleh

TERASMALUKU.COM,-DOBO-Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan koordinasi dan mutu pelayanan kesehatan dalam penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru bersama BPJS Kesehatan Cabang Ambon mengadakan Forum Kemitraan Pemangku Kepentingan Tingkat Kabupaten Kepulauan Aru, Senin (18/4/2022).

Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, Johan Gonga, dalam sambutannya menyampaikan mengenai pentingnya seluruh pemangku kepentingan melakukan koordinasi dan sinergi dalam pelaksanaan Program JKN-KIS. Dirinya menyebut, Pemerintah Daerah memiliki kontribusi dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS, khususnya terkait bantuan iuran jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

“Kami meminta kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial untuk saling berkoordinasi, utamanya terkait verifikasi dan validasi data masyarakat kurang mampu pada aplikasi SIKS-NG. Dengan demikian, masyarakat kurang mampu bisa mendapatkan kuota Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK),” kata Johan.

Menurutnya, upaya pemenuhan kuota tersebut bisa mempercepat Kabupaten Kepulauan Aru dalam mencapai capaian Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan kesehatan semesta. Lebih lanjut, Johan menyebut apabila Kabupaten Kepulauan Aru mencapai predikat UHC, maka lebih banyak lagi masyarakat yang akan mendapatkan akses jaminan kesehatan.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon, HS Rumondang Pakpahan memaparkan mengenai hasil monitoring dan evaluasi atas penyediaan fasilitas kesehatan, sarana prasarana, dan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan JKN-KIS di Kabupaten Kepulauan Aru.

Berdasarkan data yang dimiliki, Mondang menjelaskan kepesertaan JKN-KIS di Kabupaten Kepulauan Aru saat ini mencapai 89.897 jiwa atau setara dengan 84,41%, sehingga masih terdapat 16.599 jiwa yang belum menjadi peserta JKN-KIS. Dari jumlah seluruh peserta JKN-KIS yang terdaftar, terdapat 78.818 jiwa yang merupakan peserta aktif.

BACA JUGA :  Terkonfirmasi Positif, Pasien Covid-19 Pertama Wafat Sejam Sebelum Hasil Keluar

“Jika berdasarkan rasio kecukupan jumlah dokter dan jumlah peserta JKN-KIS terdaftar, Kabupaten Kepulauan Aru telah tercukupi kebutuhan dokternya, namun masih terdapat beberapa Puskesmas yang belum memiliki dokter umum. Kami berharap di setiap Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) memiliki minimal satu orang dokter sehingga pelayanan kesehatan dapat dilakukan lebih baik,” papar Mondang.

Selain itu, Mondang juga menambahkan perlunya dukungan dari seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, baik di FKTP maupun FKRTL.

“Kami berharap dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, contohnya Dinas Kesehatan untuk mendorong fasilitas kesehatan untuk melengkapi sarana dan prasarana sehingga bisa meningkatkan nilai kredensialing dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” harap Mondang. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.