Pemda Buru Selatan Komitmen Dukung Optimalisasi Program JKN

by

TERASMALUKU.COM,-NAMROLE-Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan, Ibrahim Banda menegaskan pihaknya berkomitmen terus memaksimalkan pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) demi memastikan seluruh masyarakat di Kabupaten Buru Selatan memiliki jaminan kesehatan dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.

“Kami akan tetap mendukung pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program JKN. Saat ini, cakupan kepesertaan Program JKN di Kabupaten Buru Selatan telah mencapai Universal Health Coverage (UHC), yaitu sebesar 96,89% dari jumlah penduduk atau setara dengan 74.887 jiwa,” tegasnya dalam kegiatan Forum Komunikasi dengan Pemangku Kepentingan Utama Tingkat Kabupaten Buru Selatan, Senin (21/11/2022).

Ia menambahkan akan terus memaksimalkan agar jumlah ini menjadi seratus persen sehingga seluruh masyarakat di Kabupaten Buru Selatan terjamin Program JKN.

Sementara itu, Kepala Bidang Perluasan, Pengawasan, dan Pemeriksaan Peserta BPJS Kesehatan Cabang Ambon, Andi Muhammad Irfan mengatakan dukungan Pemerintah Kabupaten Buru Selatan sangat diperlukan dalam optimalisasi Program JKN.

Salah satunya dengan melakukan pemenuhan kuota Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang sumber pembiayaannya berasal dari APBN.

“Kami meminta dukungan pemerintah daerah untuk mendorong agar seluruh masyarakat di Kabupaten Buru Selatan bisa terlindungi jaminan kesehatan dengan memaksimalkan kuota PBI JK, terutama bagi masyarakat yang belum pernah terdaftar sebagai peserta JKN. Hal ini bisa turut membantu pemerintah daerah dalam upayanya meningkatkan jumlah masyarakat yang terlindungi jaminan kesehatan dan memberikan pelayanan kesehatan optimal bagi masyarakat,” urai Irfan.

Irfan menambahkan, cakupan kepesertaan Program JKN di Kabupaten Buru Selatan dapat ditingkatkan dengan memaksimalkan usulan data Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke Kementerian Sosial dan mendorong percepatan pendaftaran peserta JKN dari segmen kepala desa dan perangkat desa.

BACA JUGA :  Panen Lokal Usai, Harga Cabai Naik

“Saat ini masih ada tiga desa lagi yang belum mendaftarkan perangkat desanya menjadi peserta JKN. Untuk itu perlu sinergi dan kolaborasi aktif seluruh pemangku kepentingan guna memastikan akurasi data hingga peningkatan kualitas pelayanan kesehatan agar masyarakat dapat menikmati akses layanan kesehatan berkualitas,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.