Ahli Geologi Akan Datang Pastikan Penyebab Tanah Amblas IAIN

by
Pihak IAIN Ambon bakal bertemu ahli geologi untuk memastikan penyebab tanah amblas (7/6). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON,– Kejadian tanah amblas serta kerusakan bangunan merupakan yang kali pertama dan terparah sejak pembangunan gedung perpustakaan pada 2011. Rencananya pihak Kampus akan bertemu dengan ahli geologi serta bidang pekerjaan umum untuk membas kemungkinan kerusakan serta jalan keluarnya.

Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kota Ambon selama hampir sepekan menyisakan tanah terbelah dan amblas di area Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon. Pihak institusi belum dapat memastikan penyebabnya.

Saat ditemui Terasmaluku.com Jumat (7/6/2019) Dr. Hasbullah Toisuta, Rektor IAIN Ambon sempat berbincang dengan petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNBP). Ada sejumlah dugaan yang mengarah pada penyebeb amblasnya tanah.

“Tapi belum pasti. Harus ada pertemuan dengan ahlinya kan, sebab kami tidak pernah bayangkan bisa seperti ini (rusak). Fondasi tiang pancangnya dalam sekali,” ungkap Hasbullah. Sesuai rencana akan ada visitasi dari Institusi Teknologi Bandung beserta ahli geologi pekan depan untuk memastikan penyebabnya. Sebab aktifitas perkuliahaan sebentar lagi aktif kembali.

Gedung perpustkaan terletak bersebelahan dengan gedung rektorat. Keduanya merupakan produk pembangunan 2011. Namun cuaca buruk musim timur kali ini bahkan sampai hampir merobohkan bangunan perpustkaan.

loading...

 

Hasbullah bilang, tanah di area gedung perpustakaan itu bergerak turun. Struktur dan tulang bangunan tiga lantai patah satu-persatu seperti akan gepeng. Tak hanya di situ, pergerakan tanag signifikan juga tampak di gedung penyimpanan genset di sebelahnya. Bahkan tanah di sekitar tower yang berjarak 70 meter dari perpustakaan turut terbelah.

“Kalau kata BPNP tadi istilahnya mahkota longsor sudah ada di sini. Aada juga juga bilang ini ada pergerakan volkanologi. Belum pasti,” kata dia. Namun yang pasti, pihak kampus harus bergerak cepat. Pasalnya gedung rektorat berada tepat di depan perpustakaan. Jarakanya sekitar 15 meter dari dinding fondasi rektorat ke pintu depan perpustakaan.

Bila benar ada patahan, lanjut Hasbullah, harus segera diantisipasi sebelum merembes ke rektorat. Untuk sementara aktifitas di perpustakaan dan laboratorium MIPA dihentikan masa libur mahasiswa usai, 10 Juni mendatang.

Perpustakaan yang berbasis daring belum bisa digunakan. Beruntung ruang server berada terpisah dari gedung perpustakaan. Jadi aktifitas pencarian dalam jaringan masih berfungsi normal. (PRISKA BIRAHY)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *