Ajak Siswa Pahami Isu Resiko Bencana, Forum PRB Maluku Gelar Lomba Mading

by
Suasana lomba. Foto : IAN

AMBON-Maluku merupakan daerah yang rentan terhadap bencana. Semua jenis risiko bencana ada di Maluku. Bencana hidrometeorogi seperti banjir, tanah, longsor dan kekeringan misalnya, merupakan kejadian yang tidak bisa dihindari, namun seharusnya dipahami dan dikelola risikonya untuk bisa meminimalisir dampak yang ditimbulkan bila bencana itu datang.

Dalam rangka memberikan edukasi serta mengajak para siswa di Kota Ambon memahami isu Pengurangan Risiko Bencana (PRB) serta Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan (APIK), Forum PRB Provinsi Maluku bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku, melaksanakan Lomba Majalah Dinding (Mading) antar SMA/SMK/MA se-Kota Ambon. Lomba mading yang mengangkat tema ”Manggurebe Kurangi Risiko Bencana di Maluku” itu dilaksanan selama dua hari yakni pada Senin hingga Selasa (hari ini) di Auditorium Kampus Universitas Pattimura Ambon. ”Sebanyak sembilan sekolah setingkat SMA di Kota Ambon turut berpartisipasi di dalam kegiatan ini,” kata Ketua Panitia, M. Azis Tunny kepada pers, Senin (23/1).

Menurutnya, setelah Lomba Mading, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan “Gubernur Mengajar”, dimana Gubernur Maluku  Said Assagaff akan langsung bersentuhan dengan ribuan siswa dari berbagai sekolah. Untuk kegiatan gubernur mengajar, pihaknya akan melibatkan partisipasi siswa dan guru pendamping sedikitnya 1.250 orang, karena dari 50 sekolah setingkat SMA di Kota Ambon, masing-masing akan menurunkan 25 siswa dan guru. ”Gubernur Mengajar juga dilaksanakan di Auditorium Kampus Unpatti, sekaligus pak gubernur nanti akan menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba mading,” katanya.  Azis mengatakan, kegiatan yang rencananya akan dilaksanakan secara rutin itu dapat terlaksana berkat dukugan Gubernur Maluku, BPBD Provinsi Maluku, Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, PT. Pelindo IV Cabang Ambon, serta USAID dan Mercy Corps Indonesia.

Sementara itu, Ketua Pelaksana BPBD Provinsi Maluku, Farida Salampessy, berharap kedepan pihak sekolah dapat mengintegrasikan informasi mengenai PRB dan APIK kedalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) di dalam kelas sebagai bagian dari edukasi kepada anak-anak didik, mengingat potensi bencana sangat besar sekali terjadi di Maluku. ”Maluku termasuk daerah rawan bencana sehinga edukasi tentang bagaimana memahami dan mengelola bencana agar dapat meminimalisir dampaknya, perlu kita dorong dimulai dari bangku sekolah,” katanya.

Dikatakannya, secara geografis Maluku terletak di rangkaian tiga lempeng tektonik yakni Australasia, Pasifik dan Eurasia yang apabila bertemu dapat menghasilkan tumpukan energi yang memiliki ambang batas tertentu. Maluku juga berada pada jalur the pasific ring of fire (cincin api pasifik), yang merupakan jalur rangkaian gunung api aktif di dunia yang setiap saat dapat meletus dan mengakibatkan datangnya bencana. Selain itu, berkembangnya waktu dan meningkatnya aktivitas manusia, kerusakan lingkungan hidup cenderung semakin parah dan memicu meningkatnya jumlah kejadian dan intensitas bencana hidrometeorologi.

”Upaya kesiapsiagaan dini dapat diinisiasi melalui dunia pendidikan supaya pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim dapat mencapai sasaran yang lebih luas, serta dapat diperkenalkan kepada seluruh peserta didik dan guru dengan mengintegrasikan isu ini kedalam kurikulum sekolah, misalnya menjadi bagian dari RPP guru,” katanya. (IAN)