Aksi Joget Usai, Gelombang Protes Terus Datang, Pemprov Akhirnya Minta Maaf

by
Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno, Kamis (27/8/2020) meminta maaf langsung kepada pengunjuk rasa yang memprotes aksi joget sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Maluku dan para wakil rakyat saat HUT Provinsi Maluku ke 75 19 Agustus 2020. FOTO: Terasmaluku.com

TERASMALUKU.COM,AMBON – Gelombang protes atas aksi joget pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku bersama anggota DPRD Maluku di gedung parlemen rakyat Maluku usai Sidang Paripurna HUT Provinsi Maluku ke-75 pada 19 Agustus lalu terus berdatangan.

Kali ini, giliran puluhan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon. Mereka berunjuk rasa di depan pintu masuk Kantor Gubernur Maluku, Kamis (27/8/2020).

Sebagaimana diketahui, aksi joget-joget yang berlangsung di kawasan Karang Panjang, Kota Ambon kala itu mendulang kritik tajam. Dominan datang dari masyarakat yang menilai hal itu menggugurkan aturan keamanan covid-19 yang malah digaungkan dari pemerintah sendiri. Sementara, masyarakat diwajibkan patuh pada aturan yang dibuat oleh mereka.

Aktivis GMKI Cabang Ambon berdemo di depan Kantor Gubernur Maluku, Kamis (27/8/2020) memprotes aksi joget para pejabat Pemprov Maluku yang mengabaikan protokol kesehatan.

 

Lewat aksi demo yang dikomandoi Almindes Siyauta sebagai koordinator lapangan, mahasiswa menuntut agar segala bentuk euforia dipermukaan publik yang dipertontonkan pemerintah harus dihentikan karena nantinya meresahkan masyarakat di tengah pandemi covid-19.

Loading...

Selain itu, pendemo meminta Pemprov Maluku harus meminta maaf kepada seluruh rakyat Maluku. Bahkan, mereka juga meminta agar Presiden Jokowi melalui Menteri Dalam Negeri harus memberikan teguran keras kepada Pemprov Maluku atas kelalaian dan inkonsistensi dalam menjalankan regulasi ataupun protokoler covid-19.

Usai berorasi baru sekira pukul 12.10 Wit, Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno menemui massa aksi. Orang nomor dua di Maluku itu menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas aksi joget-joget itu.

“Setelah terjadi hal tersebut di kantor DPRD beberapa waktu lalu baru kita sadar bahwa kita hanya sebagai masyarakat biasa dan waktu itu saya juga berada di sana, sehingga saya atas nama Pemerintah Provinsi Maluku memohon maaf kepada anda dan seluruh masyarakat Maluku, semoga kritik ini menjadi pelajaran bagi kita semua,”tuturnya.

Mantan Bupati MBD itu juga menyebutkan aksi demonstrasi merupakan bagian dari fungsi kontrol terhadap pemerintah sehingga dirinya pun menyampaikan rasa terimakasih.

“Pemerintan Provinsi Maluku Sangat berterima kasih atas partisipasi anda untuk melakukan aksi karena tindakan kalian merupakan fungsi kontrol bagi pemerintah. Kritikan tentang hal ini bukan saja dari GMKI namun sebelumnya sudah dilakukan oleh OKP lainnya dan itu sebagai fungsi kontrol kepada kami sehingga saya mewakili Pemerintah Provinsi Maluku meminta maaf,”tandasnya. (SADI/ALFIAN)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *