Alasan Macet, DPRD Kota Sebut Penutupan Lajur Jalan Rijali Tidak Masuk Akal

by
Komisi 1 DPRD Kota Ambon minta dishub kaji lagi kebijakan tutup lajur Jalan Rijali, (28/1). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Komisi I DPRD Kota Ambon sebut penutupan lajur Jalan Rijlai tidak masuk akal. Mereka mempertanyakan apakah ini bagian dari rekayasa lalu lintas atau pengalihan arus.

Persoalan penutupan jalan ini menyita perhatian sejumlah pihak. Pasalnya jalan yang ditutup bukan termasuk titik macet. Aktivitas warga sekitar pun bertumpu di jalan itu. Anggota Komisi I DPRD Kota Ambon, Jelly Toisuta mempertanyakannya.

Loading…

“Beta sudah tanya kata dishub ini rekayasa. Beta pertanyakan, pengertian rekayasa dan pengalihan ini bagaimana. Ini kan su mau satu minggu. Ini bukan rekayasa lagi tapi sudah proses pengalihan,” katanya mempertanyakan kebijakan tutup jalan kepada wartawan melalui sambungan telepon siang tadi, (28/1/2021).

Dia menilai jika penutupan itu untuk kebutuhan rekayasa maka tentu ada batas waktunya. Sementara kondisi ini telah berjalan hampir satu minggu. Warga pengguna jalan juga pengayuh becak yang berada sekitar lokasi telah mengeluhkan soal jalan tersebut.

Bahkan dalam wawancara singkat itu dia membantah keras pernyataan pihak satlantas yang menyebut alasan penutupan lajur Jalan Rijali lantaran sering macet. “Beta seng setuju. Menurut beta depan Polda seng ada kemacetan. Jangan pakai alasan polda untuk kemacetan. Beta ini tinggal di Skip dan tahu. Itu alasan tidak masuk akal. Malah tambah beban juga di Jalan Tulukabessy,” papar pria yang juga Sekretaris Fraksi Demokrat itu.

Dirinya kembali menegaskan jika penutupan itu malah akan menambah beban jalan Tulukabessy. Jalur Jalan Rijali sebagai pemecah rute kendaraan agar tidak terjadi penumpukkan di sana. Tak heran jika penutpan jalan itu dinilai sangat tidak masuk akal serta menambah kesusuahan warga.

Imbasnya, ongkos transportasi naik, sebab rute tempuh kendaraan jadi makin jauh. Hal ini yang jadi perhatian utama pihaknya. Menurut Jelly semua kebijakan perlu mempertimbangkan dampak lain yang akan dirasakan masyarakat.

Untuk itu dia meminta dinas perhubungan Kota Ambon segera menemui satlantas dan berkoordinasi. Masyarakat perlu paham siapa pemegang kebijakan pengaturan arus jalan di Kota Ambon. Kebijakan ini harusnya memiliki hulu yang jelas.

Untuk diketahui penutupan lajur di Jalan Rijali ini dilakukan oleh satlantas Kota Ambon. Tujuannya untuk mengurangi kemacetan serta menghindari kecelakaan. Pihak dishub pun baru berkoordinasi setelahnya.

“Sebenarnya jalan ini yang punya hak untuk membuka dan menutup ini siapa. Dinas perhubungan itu tupoksi apa lalu yang atur proses jalur ini siapa. Dinas Perhubungan fungsi untuk apa. Dan kalau itu semena-mena oleh satlantas, dia (Plt Kadishub) harus panggil, datangi, koordinasi dengan satlantas. Jangan proses pembiaran. Ini kan masyarakat resah,” tandasnya. (PRISKA BIRAHY)