Ambon Kembali Jadi Zona Merah, Begini Langkah Gugus Tugas Covid-19 Maluku

by
Sekda Maluku Kasrul Selang. FOTO : HUMAS MALUKU

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku buka suara menyusul meningkatnya kasus positif covid-19 di Kota Ambon. Peningkatan kasus juga berujung kembalinya Kota Ambon ke zona merah penyebaran covid-19.

Ketua  Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Kasrul Selang mengatakan persoalan yang terjadi di Kota Ambon akan dievaluasi pihaknya. Kasrul mengatakan dari kacamata Gugus Tugas Provinsi Maluku, meningkatnya kasus covid-19 di Kota Ambon tidak lepas dari aktivitas masyarakat dimasa PSBB transisi.

“Jadi memang ada beberapa variabel, kalau kita mau lihat memang signifikan (peningkatan kasus). Kita coba kaji epidemiologoinya. Waktu PSBB diperketat itu kan otomatis aktivitas orang berkurang. Karena aktivitas orang berkurang berarti perjumpaan orang terbatas, dan berrarti paparan itu terbatas. Begitu masuk (PSBB) transisi ini data ya, orang sudah mulai berkegiatan dan beraktivitas, disitu dia mulai naik. Sebenarnya hal-hal kecil saja yang bikin kasus naik, tidak pakai masker dan aktivitas,”ujarnya saat dikonfirmasi di kantor Gubernur Maluku,  Minggu (9/8/2020).

Maka dari itu lanjut Sekda Maluku ini, pihaknya akan melakukan evaluasi dari berbagai aspek untuk menentukan langkah-langkah penanganan lebih lanjut. “Nanti kita akan paparkan dengan Pemerintah Kota Ambon misalnya pertokoan harus diterapkan apalagi harus dievaluasi lagi untuk transisi ini. Begitu juga dengan perkantoran,” katanya.

Loading...

Kaitannya dengan perkantoran ini, menurut Kasrul, pihaknya juga akan mengevaluasi jam kerja pegawai. “Kita mau pantau, apakah tidak perlu lagi kita kerja sampai jam 4 sore, cukup sampai jam 2 siang, langsung pulang dan makan di rumah, jadi dia (pegawai) rumah kantor balik rumah, kita harapkan seperti itu, sehingga tidak kemana-mana lagi,”ujarnya.

Kemudian di tempat pelayanan publik juga akan diupayakan untuk menerapkan pelayanan di area luar ruangan, tidak di dalam ruangan kantor. “Seperti di Kantor Gubernur ini semua sudah di luar, tidak boleh lagi masuk dalam ruangan, semua di luar saja, nanti PTSP, Samsat, Perbankan kita atur protokol yang betul-betul seperti apa. Mungkin di semua kantor pelayanan tidak ada lagi pelayanan dalam ruangan. Minimal dua minggu sampai 1 bulan kedepan pakai tenda di luar,”jelasnya.

Untuk pelayanan di luar ruangan ini, kata Kasrul, diupayakan akan mulai berjalan pekan depan. “Mudah-mudahan pekan depan, kalau di Kantor Gubernur ini kan sudah sejak Senin kemarin. Strateginya begitu  harus rubah di tempat-tempat layanan umum,”tuturnya.

Nantinya, pihak Gugus Tugas maupun Pemprov Maluku akan terlebih dahulu melakukan evaluasi internal dengan instansi vertikal seperti Polda Maluku dan Korem 151/Binaiya sebelum melakukan evaluasi bersama dengan Pemerintah Kota Ambon. (ADI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *