Ambon Zona Merah, Jubir Covid-19 RI : Yang Bilang Merah Siapa

by
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Republik Indonesia, Achmad Yurianto membantah penetapan zona merah yang ada hanyalah zona rawan. Sumber: Humas BNPB RI

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Maluku menyatakan penetapan Kota Ambon masuk zona merah. Tapi apa itu zona merah, kriteria apa yang menjadikan Ambon masuk zona itu yang kini malah menjadi hantu bagi masyarakat. Sementara dalam konfirmasi Terasmaluku.com langsung dengan Juru Bicara Penanganan Covid-19 Republik Indonesia, Achmad Yurianto memberikan pandangan yang jauh berbeda.

BACA JUGA : Wilayah Zona Merah, Walikota Ambon Usulkan Pemberlakuan PSBB

BACA JUGA : Ini Dia Ulasan Dinkes Maluku Soal Zona Merah

Dalam keterangan pers pada Senin (27/4/2020) di lantai VI Kantor Gubernur Maluku, Ketua Harian Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang menjelaskan bahwa Kota Ambon saat ini masuk zona merah. “Tadi malam, Minggu (26/4/2020) Kementerian Kesehatan mengeluarkan daftar 282 kota kabupaten beserta zonasinya. Katong Ambon itu zonanya merah,” tegas Kasrul.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut secara terpisah dirinya juga memberikan daftar 282 kota beserta zonanya. Kota Ambon dalam daftar itu berada di posisi 413. Namun lebih lanjut Kasrul tidak memberikan penjelasan detil terkait indikator yang membuat suatu wilayah layak menyandang status merah dalam zonasi penyebaran Covid-19.

Padahal di tingkat nasioal pemberitaan terkait zona merah cukup ramai. Namun belum ada satupun penjelasan terkait kriteria penetapan suatu daerah berstatus zona merah. Mengingat tiap daerah punya masalah dan wajah penyebaran virus yang berda-beda. Penetapan itu bisa jadi sangat subjektif seturut kondisi daerah setempat.

Namun sejak gugus tugas mengeluarkan pernyatan bahwa Ambon Zona merah, dampkanya mulai ada gelombang kepanikan. Tak sedikit masyarakat yang menumpahkan  pandangannya di sosial media terkait apa itu zona merah, kriteria apa yang membuat Ambon mendapat tinta merah.

Sementara jika mengacu kenyataan di lapangan, jumlah pasien terkonfirmasi positif yang saat ini dirawat ada 11 orang. Yang sembuh 12 orang dari total 23 kasus positif. Dan tidak ada kejadian kematian. Lalu dari mana landasan penetapan zona. Inilah yang menjadi pertanyaan masyarakat.

Dalam wawancara acak warga, Terasmaluku.com merangkum beberapa tanggapan beragam terkait Ambon berstatus zona merah. Seperti seorang pria 47 tahun di Skip yang khawatir dengan status merah di kota Ambon. “Beta lia di facebook banyak orang kasih naik semua kelurahan di Kota Ambon ini merah. Lalu katong su takancing sudah ni seng bisa ke mana-mana,” celetuknya.

Ada juga perempuan paruh baya di kawasan Jalan Pattimura yang bingung usai membaca penetapan zonasi itu. “Hi kalau katong merah nanti bagaimana. Katong tambah susah ka mau keluar,” katanya. Seorang ibu rumah tangga di Desa Suli, Kabupaten Maluku Tengah juga menyatakan dirinya enggan datang ke Ambon lantaran takut dengan zona merah.

Dalam daftar nama 282 daerah terlihat Kota Ambon diberi warna merah

Rerata warga yang ditanyai acak ini punya kesan menakutkan terhadap zona merah. Namun saat ditanyai mengenai apa itu zona merah, mereka sendiri tidak sepenuhnya paham dan mengaku hanya melihat dari sebaran berita, artikel hingga unggahan di akun-akun pribadi sosial media. Untuk menjawab itu dinas kesehatan melalui gugus tugaslah yang paling bisa menjelaskan terkait zona merah. Sayangnya saat ditanyai lebih lanjut hingga kni tidak ada tanggapan sama sekali.

Loading...

Sementara itu Terasmaluku.com mencoba mengkonfirmasi hal ini langsung dengan Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Republik Indonesia, Achmad Yurianto, Selasa (28/4/2020). Yang mengejutkan pria yang akrab disapa Yuri itu mengatakan tidak ada namanya zona merah atau penetapan zonasi berdasar warna. “Yang bilang merah siapa. Istilah zona merah tidak dikenal di covid-19,” jawabnya singkat melalui saluran whatsapp.

Saat ditanyai lebih lanjut terkait keberadaan Ambon sebagai zona merah, Yuri pun memberikan pernyataan tegasnya. “Yang saya tahu adalah zona rawan karena penularan lokal sudah terjadi. Ini karena ada yang positif tanpa gejala dan berada di area itu. Inilah sebabnya kenapa perintah tetap tinggal di rumah, jika terpaksa keluar pakai masker,” terang  Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia itu.

Dia menyangsikan adanya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terkait pelabelan atau pemberian status merah pada suatu wilayah. Yang ada hanyalah status rawan. Dengan demikian label Zona Merah mesti masih dipertanyakan hingga kini. Terkait usulan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan Pemerintah Kota Ambon, Yuri menyatakan silahkan mengusulkannya.

Mengutip dari sejumlah pemberitaan media daring nasional yang memuat tanggapan sejumlah pihak terhadap masalah ini. Anggota DPR RI ramai angkat suara perkara tidak adanya ketetapan yang jelas soal zona merah. Yang ada hanyalah aturan PSBB yang berkekuatan hukum dan telah diatur dalam Permenkes Nomor 9 Tahun 2020. Sementara Zonasi warna, sama sekali tidak ada dalam aturan resmi yang diterbitkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI.

Hal itu sejalan dengan pernyatan mantan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menggantikan dr. Anung Sugihantono yang kini melawan Covid-19 bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dalam pesan singkat, Anung memberikan pandangan serta gambaran penentuan zona yang ditempuh Jawa Tengah.

“Sepengetahuan saya zoning daerah mengacu pada PP tentang PSBB dan Permenkes tentang PSBB. Karena saya tinggal di Jateng dan kebetulan saja saya diminta Gub Jateng untuk menjadi ketua Tim Ahli Gugus Tugas Covid-19 Jateng, maka untuk Jateng kami buatkan kriteria dan scoringnya, kapan daerah hijau, kuning dan merah mulai level Provinsi dan atau sampai di level Kabupaten dan kota,” jawab Anung saat dikonfirmasi, Selasa (28/4/2020) malam.

Dia lantas memberikan gambaran kriteria penetapan zona merah yang dibuat sendiri oleh Pemerintah Jawa Tengah untuk menangani covid-19. Kreiteria itu, kata Anung mencakup, banyaknya kasus covid-19 positif, luasan daerah yang sudah ada kasus positif, banyaknya PDP yg dirawat, luasan daerah dengan kasus PDP, banyak kematian covid dan PDP dan ketersediaan fasilitas perawatan. Enam variable itulah yang dibikin dan digunakan pemerintah Jawa Tengah untuk menetapkan zona merah.

Lalu variable apa yang digunakan Maluku untuk menetapkan zona merah bagi Kota Ambon yang saat ini kadung tersebar luas. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *