Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Warga Ambon Susah Jaga Jarak

by

TERASMALUKU.COM,AMBON, –  Sampai hari ini Ambon masih bertengger di zona oranye. Penerapan cuci tangan dan pakai masker telah tunai. Hanya saja Warga Ambon tampaknya masih sulit untuk menjaga jarak.

Hal ini diungkapkan Walikota Ambon dalam keterangan pers siang tadi, (10/12/2020). Pada setiap kesempatan dan lokasi masyarakat sudah amat patuh dalam memakai masker dan mencuci tangan.

Setiap sebelum masuk ke toko, café, kantor atau di mana saja hampir tidak pernah lupa membersihkan tangan. Hanya saja, dari anjuran prokes 3M, warga Kota Ambon sulit menerapkan point ketiga, yaitu menjaga jarak.

Saat bertemu, di tempat umum, komplek rumah atau di tenpat kerja orang masih sulit untuk memberi jarak aman sekitar 1 – 1,5 meter. Padahal jarak menjaga kita agar tidak terkena microdroplet dari lawan bicara.

“Dari fakta yang ada rarata-rata masyarakat sudah sadar gunakan masker. Yang kurang hanya jaga jarak,” beber Richard. Kebiasaan berkumpul bersama memang sudah jadi hal biasa bagi warga Ambon. Hanya saja hal itu bisa jadi ancaman akan penularan covid-19. Dalam pergerakan orang, kata Richard, masyarakat taat untuk memakai masker dengan benar dan mencuci tangan. Presentasi perubahan perilaku itu terbilang tinggi di Ambon.

Namun dari evaluasi tim kesehatan satgas covid-19 kota Ambon, presentasi penularan cukup tinggi. Yakni mencapai 20 persen. Angka itu lebih tinggi dari standar nasional yang harus berada di bawah 5 persen.

“Kondisi terkonfirmasi turun tetapi indikator penularannya masih relatif tinggi kurang lebih 20 persen. Kalau secara nasional harus di bawah 5 persen. Tingkat penularan itu masih besar di anak muda,” tutur dia.

Untuk itu pihaknya terus melakukan sosialisasi untuk menubah pola perilaku hingga Ambon bisa ada di zona kuning. Masyarakat juga dihimbau agar memperhatikan jarak saat bertemu. (PRISKA BIRAHY)