WALIKOTA: Sekolah Tatap Muka Harus Hati-hati, 1.300 Sekolah Terpapar Covid-19

by
Walikota Ambon, Richard Louhenapessy minta dinas pendidikan berhati-hati, sebab ribuan siswa dan pendidik terpapar covid-19 setelah mulai pembelajaran tatap muka (PTM), (27/9). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Walikota Ambon msih ragu untuk berlakukan Pembelajaran Tatap Muka. Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menunjukkan 1.299 sekolah menjadi klaster Covid-19 saat murid menjalankan PTM.

Di sejumlah daerah di Indonesia yang sudah memulai PTM malah muncul kalster baru penyebaran virus. Dalam keterangan persi pagi tadi usai apel, Walikota Ambon Richard Louhenapessy menyampaikan keengganannya. Apalagi data paparan baru covid sangat tinggi pada klaster sekolah.

“Sekolah tatap muka. Ini harus kita hati-hati. Faktanya 1.300 sekolah terkonfirmasi covid ada 9.000 guru dan 15 ribu siswa yang terkonfirmasi itu dari data yang kita punya. Ini harus jadi perhatian betul buat kita,” kata Walikota Ambon pagi tadi di Balai Kota, (27/9/2021).

Fakta ini membawa kekhawatiran besar jika PTM dilakukan besar kemungkinan Ambon akan kembali lagi ke paparan tinggi covid. Lebih buruk karena menyerang anak-anak.

Kesiapan sekolah bukan cuma soal materi ajar dan para guru. Tapi fasilitas penunjang kesehatan yang memadai. Seperti memastikan tempat cuci tangan, kebersihan toilet dan kepastian vaksin anak-anak.

“Paling tidak harus uji coba. Harus sudah 80 persen siswanya itu vaksin. Kemudian kita lihat lagi gurunya,” katanya lagi.

Kesiapan ini yang akan menjadi landasan untuk penerapan utuh PTM. Data yang disadur dari katadata.com menunjukkan paparan virus klaster baru ini setara 2,77% dari total sekolah yang melapor ke Kemendikbudristek. Sebanyak 7.285 pendidik dan tenaga kependidikan positif Covid-19. Sedangkan, jumlah peserta didik yang tertular virus corona mencapai 15.655 orang.

Klaster terbanyak adalah di tingkat SD. Total pendidik dan tenaga kependidikan SD yang positif corona sebanyak 3.174 orang, sedangkan murid yang terkena Covid-19 mencapai 7.114 orang.

Berikutnya, ada di klaster Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Ada 955 pendidik dan tenaga kependidikan yang terinfeksi Covid-19 serta 2.006 peserta didik positif corona.

Tingkat SMP, jumlah pendidik dan tenaga kependidikan yang tertular sebanyak 1.482 orang, dan murid yang terinfeksi mencapai 2.201 orang.

Kemudian di tingkat SMA. Tercatat para pendidik dan tenaga kependidikan yang tertular sebanyak 798 orang, sedangkan sebanyak 1.947 murid tertular corona. Serta tingkat SMK, total pendidik dan tenaga kependidikan yang tertular sebanyak 605 orang, sementara murid mencapai 1.590 orang.

Untuk tingkat Sekolah Luar Biasa (SLB), jumlah penularan pada pendidik dan tenaga kependidikan 131 orang dan murid 112 orang. (PRISKA BIRAHY)