Optimalkan Prolanis, BPJS Kesehatan Ambon Galakkan Sosialisasi di FKTP

by
BPJS Kesehatan Cabang Ambon mengadakan sosialisasi kebijakan tentang pembiayaan kegiatan kelompok prolanis pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) se-Provinsi Maluku, Selasa, Selasa (27/7/2021)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-BPJS Kesehatan Cabang Ambon mengadakan sosialisasi kebijakan tentang pembiayaan kegiatan kelompok prolanis pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) se-Provinsi Maluku, Selasa, Selasa (27/7/2021).

Diharapkan dengan adanya sosialisasi tersebut, FKTP mendapatkan pemahaman yang sama dan implementasi kebijakan pembiayaan kegiatan kelompok Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di FKTP dapat optimal.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Ambon, Muhammad Rusydi menjelaskan bahwa pelayanan promotif-preventif dalam Program JKN-KIS ini akan menjadi lebih optimal bila ada kolaborasi dan dukungan dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.

“Peserta JKN-KIS yang sedang dalam kondisi sakit diharapkan mengikuti upaya tertiary prevention, dengan Prolanis. Salah satu yang menjadi kegiatan dalam Prolanis, yaitu edukasi dan senam Prolanis. Tujuan kegiatan kelompok Prolanis adalah mengendalikan status kesehatan peserta dan untuk itu perlu dukungan dari setiap pemangku kepentingan agar menjadi optimal,” terang Rusydi.

Rusydi juga menambahkan bahwa agar penjaminan pembiayaan kegiatan kelompok Prolanis dapat terlaksana efektif, terdapat beberapa ketentuan seperti jumlah minimal dan maksimal peserta tiap kegiatan dan frekuensi kegiatan.

“Kegiatan edukasi kesehatan kelompok Prolanis dapat dijamin apabila dilakukan paling banyak satu kali per klub per bulan oleh FKTP. Sedangkan untuk aktivitas fisik Prolanis diberikan paling banyak satu kali per klub per minggu oleh FKTP. Sedangkan mengenai jumlah peserta Prolanis yang hadir minimal 15 orang dan maksimal 30 orang. Mengenai pemilihan kegiatan kelompok Prolanis secara tatap muka langsung atau daring menjadi kewenangan masing-masing FKTP yang disesuaikan dengan kemampuan FKTP dan kondisi peserta Prolanis,” tambah Rusydi.

Perwakilan dari Klinik Teluk Ambon, Jacob Manuputty menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan kelompok Prolanis usia lansia terkendala komunikasi jika dilakukan secara daring.

“Kami dari Klinik Teluk Ambon memiliki peserta Prolanis yang sebagian besar lansia, sehingga terkendala pada sarana komunikasi jika kegiatan dilakukan secara daring. Oleh karena itu, sejauh ini kami melakukan kegiatan berupa kunjungan tatap muka secara langsung kepada peserta dengan prokes yang ketat,” urai Jacob. (ADVERTISING)