BPJS Kesehatan Ambon dan Pemprov Maluku Perkuat Komunikasi dan Sinergi Percepat UHC

by

TERASMALUKU.COM,-AMBON-BPJS Kesehatan selalu berupaya untuk memperkuat sinergi dengan segenap pemangku kepentingan guna mengoptimalkan pelayanan kesehatan pada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Hal tersebut ditegaskan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ambon, HS Rumondang Pakpahan dalam kegiatan Forum Monitoring dan Evaluasi atas Penyediaan Fasilitas Kesehatan, Sarana Prasarana, dan SDM Tingkat Provinsi Maluku, Senin (27/6/2022).

“Kepesertaan JKN di Provinsi Maluku untuk saat ini telah mencapai 1.553.161 jiwa namun masih belum mencapai Universal Health Coverage (UHC). Masyarakat di Provinsi Maluku dapat mengakses layanan kesehatan di 28 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) dan 282 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Dari tahun ke tahun semakin banyak peserta JKN di Provinsi Maluku yang memanfaatkan pelayanan kesehatan. Kami harap ini bisa meningkat diiringi dengan penambahan jumlah peserta JKN dan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai,” papar Mondang.

Ia menyampaikan harapan dan permintaan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan yang ada di Provinsi Maluku untuk mendukung suksesnya pelaksanaan Program JKN dan Provinsi Maluku dapat segera mencapai UHC.

“Kami berharap adanya dukungan pemerintah Provinsi Maluku dalam ketersediaan sumber daya manusia dan sarana prasarana di fasilitas kesehatan. Pemenuhan hal tersebut dapat mengoptimalkan pelayanan kesehatan yang baik bagi penduduk di Provinsi Maluku. Kami juga berharap Provinsi Maluku juga segera mencapai UHC agar lebih banyak lagi masyarakat yang bisa terlindungi jaminan kesehatan,” harap Mondang.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie menyebut pelaksanaan forum tersebut sangat penting dilakukan untuk memberikan kemudahan dalam melakukan koordinasi dan mencapai pemahaman yang sama tentang Program JKN di Provinsi Maluku.

“Forum ini diadakan untuk membahas kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program JKN, terutama yang terkait dengan pelaksanaan pelayanan kesehatan, khususnya di Provinsi Maluku. Sehingga ada pemecahan yang dapat kita laksanakan bersama. Harapan kami, kemitraan dan komunikasi yang baik dan intens dapat selalu terjalin di antara kita semua selaku unsur pemangku kepentingan guna mewujudkan jaminan kesehatan optimal bagi masyarakat,” tutup Sadali. (ADV)

BACA JUGA :  Satgas Yonif 711/Raksatama Ajak Mahasiswa dan Warga Perangi DBD Di Ambon

No More Posts Available.

No more pages to load.