BPJS Ketenagakerjaan Maluku Bayar Klaim Rp54,8 Miliar Periode Januari-April 2024

oleh

TERASMALUKU.COM,-AMBON-BPJS Ketenagakerjaan Cabang Maluku bayar klaim sebesar Rp 54.869.895.634 untuk 3.947 kasus di Provinsi Maluku periode Januari-April 2024.

Laporan pembayaran manfaat seluruh program BPJS Ketenagakerjaan ini diserahkan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Maluku, Sevy Renita Setyaningrum kepada Penjabat Gubernur Maluku, Sadali Ie pada syukuran peringatan May day (Hari Buruh) di Provinsi Maluku Tahun 2024, Rabu (1/5/2024) di Ambon.

Dirincikan, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) 57 kasus dengan nilai santunan Rp 1.221.796.124, Jaminan Kematian (JKM) 170 kasus dengan nilai Rp. 3.703.000.000, Jaminan hari Tua (JHT) 3.652 kasus dengan nilai Rp 49. 909. 969. 360, Jaminan Pensiun 64 kasus dengan nilai santunan Rp 1.031.565.120, dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) 4 kasus dengan nilai Rp 3.765.030.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Maluku, Sevy Renita Setyaningrum mengatakan, sejalan dengan tema Mayday tahun ini “Kerja Bersama Wujudkan Pekerja/Buruh yang Kompeten”, BPJS Ketenagakerjaan Maluku berharap Coverage Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di wilayah Provinsi Maluku akan semakin meningkat.

“Karena perlindungan jaminan sosial ini merupakan hak dasar pekerja untuk aman tanpa rasa was was telah terlindungi selama menjalankan aktivitas kerjanya sehingga akan dapat meningkatkan produktivitas kerjanya dan menjadi lebih kompeten/terampil,”tuturnya.

Maluku kata dia, tambah Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) karena ada manfaat pelatihan kerja melalui SIAP KERJA jika mengalami PHK dan mendapat program JKP.

“Manfaat JKP selain dapatkan manfaat uang tunai, dia juga melalui aplikasi SIAP KERJA mendapatkan manfaat pelatihan kerja secara gratis untuk meningkatkan kompetensinya untuk masuk pasar kerja dan bekerja lagi,”tandasnya.

Sementara Pj Gubernur Maluku, Sadali Ie dalam sambutannya pada syukuran Mayday mengatakan, perayaan Hari Buruh tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana penyampaian aspirasi kaum buruh sudah tidak lagi menggunakan cara demonstrasi besar-besaran melainkan melalui forum diskusi bersama, guna mendapatkan solusi dari berbagai persoalan ketenagakerjaan di Maluku.

BACA JUGA :  KKR Aceh Berlajar Pemulihan Pasca Konflik Dari Ambon

“Dengan pola ini maka buruh tidak dianggap lagi sebagai kaum marginal, tapi sebagi mitra bersama Pemerintah Provinsi Maluku dalam pembangunan ke depan,”tuturnya.

Menurutnya, kondisi ini menunjukan buruh di Maluku sudah semakin arif dan bijaksana dalam menunjukan aspirasi kepada pemerintah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, kami berikan apresiasi dan penghargaan atas diselenggarakan kegiatan ini, karena tidak biasanya dilakukan kegiatan semacam ini,”terangnya.

Dikatakan, Pemprov sejauh ini juga memperhatikan buruh, dengan melakukan peningkatan kapasitas kepada para pekerja.

Selain itu membentuk tim pengawas, guna mengawasi perusahaan dalam menyalurkan hak-hak pekerja.

Sekedar tahu, syukuran peringatan Mayday Provinsi Maluku Tahun 2024 ini diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Maluku bersama Pemerintah Provinsi Maluku, Pemkot Ambon serta organisasi Buruh di Maluku.

Penulis : Ruzady Adjis

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.