Anak-anak di Asilulu Belajar Kumpul Sampah Plastik Jadi ‘Teman Hidup’

by
Puluhan anak di negeri Asilulu, Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah belajar bikin 'Teman Hidup' dari Sampah plastik di alam, (13/3). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Kegiatan belajar mengajar di alam menjadi salah satu cara ampuh tanamkan nilai jaga lingkungan. Puluhan anak di Asilulu, Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah ini belajar memanfaatkan sampah plastik jadi harang berguna.

Relawan Perpustakaan Hatukau, Arita Muhlisa, yang datang memberikan materi bersama para relawan lain.

Sampah plastik yang berhasil dikumpulkan anak-anak dimasukan ke dalam botol sebagai ecobrick

“Katong ajari anak-anak sini supaya jaga lingkungan dari sampah plastik. Caranya bikin permainan ‘Teman Hidup’ nanti anak-anak harus kumpul  sampah plastik kasi masuk ke dalam botol,” terang Aritha kepada wartawan saat membagi kelas di Asilulu, Sabtu lalu.

Anak-anak diarahkan untuk punya minimal satu Teman Hidup. Setiap sampah plastik yang mereka dapat harus dimasukan ke dalam botol hingga penuh. Hasilnya menjadi ecobrick. Semakin banyak sampah, maka makin banyak teman hidup mereka.

Anak-anak juga secara tidak langsung belajar tentang pemilahan sampah dan hasilkan karya dari sampah. Kebetulan lokasi belajar di sebuah gua di tepi pantai. Posisinya menghadap ke lautan serta berdekatan dengan hutan.

Di situ tidak banyak ditemukan sampah. Nah, sampah plastik dalam botol, kata Ariita mereka kumpulkan dari sekitar rumah.

“Biasnaya dari plastik es, makanan ringan, atau shampoo. Mereka kumpul dan masukan ke dalam botol itu,” terang Arita yang juga sebagai koordinator Perpustakaan Hatukau Desa Batu Merah Kota Ambon. Sebagai bentuk apresiasi anak-anak diberikan hadiah bagi yang berhasil membuat Teman Hidup.

Arita Muhlisa, relawan dari perpustakaan Hatukau, Batu Merah saat membagi materi soal lingkungan

Selain belajar lingkungan, anak-anak juga dikenalkan dengan literasi, pendidikan seks, anatomi tubuh serta kemampuan adaptasi dengan lingkungan.

Yani salah satu pengurus desa yang hadir mengatakan program ini amat membantu anak-anak. “Katong sudah punya walang belajar Asilulu. Dan katong minta dari perpustakaan untuk bantu bagi materi untuk anak-anak,” jelasnya kepada wartawan.

Mengingat lokasi yang cukup jauh dari ibukota Kabupaten Maluku Tengah, Yani berharap dukungan semacam ini bisa mengembangkan keterampilan anak-anak. Anak-anak dari desanya juga terpapar dengan perkembangan yang tepat guna. (PRISKA BIRAHY)