Anak Lincah, Bukan Jaminan Terhindar dari Gizi Buruk

by
dr. Sri Wahyuni Djoko Sp. A

TERASMALUKU.COM,AMBON, –Kejadian gizi buruk pada bayi harusnya membuat setiap orang tua di Maluku jauh lebih mawas. Anak lincah bukan jadi jaminan bebas gizi buruk. Rutin cek dan ukur fisik anak di Posyandu adalah hal utama.

Dr. Sri Wahyuni Doko, Sp.A, dari RSUD dr. Haulussy Ambon menyatakan hal tersebut. Orang tua, katanya, acapkali keliru dalam mengartikan tumbuh kembang si buah hati. Patokan yang sering digunakan yaitu anaknya lincah dan tanggap. Padahal itu saja tidak cukup. Gizi buruk perlu ada identifikasi lebih detil dan cermat.

Posyandu merupakan kunci pertama bagi orang tua dalam melihat perkembangan si kecil. “Sangat penting dengan program posyandu. Tinggi badan dan berat badan diukur. Harusnya tiap bulan,” tegas Sri di ruang poliklinik anak RSUD dr. Haulussy Ambon, Selasa (4/2/2020).

Sri merupakan salah seorang dokter yang menangani Helena Ele, bayi dengan kondisi gizi buruk di usai 8 bulan yang akhirnya meninggal dunia pada Selasa (4/2/2020) pagi. Kurangnya asupan gizi hingga diagnosa gizi buruk idealnya dapat teridentifikasi sedini mungkin. Yakni melalui layanan Posyandu.

Setiap bulan, dengan rutin membawa anak ke posyandu, bidan atau petugas dapat memantau tumbuh kembang bayi. Jika ada tanda-tanda janggal, bidan akan langsung melapor atau merujuk ke dokter. Tujuannya agar kondisi itu tidak sampai berlarut-larut.

Dari kejadian bayi Helena, Sri menyatakan jika orang tua sekarang harus lebih telaten dan mawas. “Rutin bawa ke posyandu itu penting. Kalau ada apa-apa dokter bisa langsung turun tangan tangani,” katanya. Orang tua juga lebih tenang sebab kondisi anak dapat langsung tertangani.

Hanya, yang jadi masalah yaitu standar kecukupan gizi yang kerap dipakai kebanyakan orang tua yaitu anak yang lincah sama dengan sehat. padahal tidak mesti demikian. Ada serangakain pemeriksaan lain yang tentunya jadi indikator penentu.

Untuk itu dia menyarankan agar orang tua, sejak dini jangan absen dari posyandu. Layanana yang diberikan itu sangat membantu orang tua memantau tumbuh kembang si kecil. (PRISKA BIRAHY)