Anak Rantau di Ambon Deklarasi Dukung SATUHATI

by

AMBON- Puluhan anak-anak perantauan dari pulau-pulau di wilayah Maluku mendeklarasikan diri mendukung Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Ambon dari jalur independen, Elsina Elisabeth Latuheru Syauta (Elsye) dan Muhammad Azis Tunny (Agil), yang dikenal dengan icon SATUHATI.
Mengusung namat ARUS (Anak Rantau untuk SATUHATI), para perantau dari Maluku Barat Daya, Maluku Tenggara Barat, Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, Buru Selatan dan Seram ini, menyatakan siap bekerja memenangkan pasangan Elsye-Agil dalam kontestasi Pilkada Kota Ambon. Deklarasi pembentukan ARUS berlangsung secara sederhana di Kafe Tampayang, Titik Nol Ambon, Rabu (8/6) sore.
Ketua Tim Relawan ARUS, Dolfris Neununy, menyatakan, dia bersama sejumlah pemuda perantau memilih untuk bergabung dengan SATUHATI dan memperjuangkan pasangan Elsye-Agil menjadi Walikota dan Wakil Walikota Ambon karena kedua sosok itu dinilai dapat berpihak pada masyarakat kecil, ketimbang figur-figur yang lain.
Ia menganalogikan SATUHATI adalah antitesis dari kebanyakan figur yang maju dari latar belakang politisi dan birokrat yang elitis, sehingga keberadaan mereka berdua dalam kancah Pilkada Kota Ambon seakan melawan mainstraim (arus utama).
“ARUS ada untuk bersama-sama SATUHATI melawan arus besar. Saya yakin, apabila kita solid maka kekuatan elit dapat kita kalahkan,” katanya optimis.
Menurutnya, keberadaan anak-anak perantauan yang datang ke Ambon untuk melanjutkan pendidikan dan membangun mimpi-mimpi besar, kerap kali dianggap sebagai masyarakat pinggiran di kota ini. Dia bertekad mematahkan stereotip yang terkesan penuh cibiran tersebut.
“Kami anak-anak perantau selama ini selalu dianggap sebagai masyarakat pinggiran di kota ini. Sudah saatnya kita bersatu untuk memilih pemimpin yang pro kepada para perantau di Kota Ambon,” kata Dolfris.
Sebagai aktivis sosial, lanjut Dolfris, figur Elsye-Agil sangat bersahaja dan dekat dengan masyarakat kecil. Pengabdian mereka selama ini menunjukkan bukti bila mereka sudah siap untuk memimpin Kota Ambon.  “Ibu Elsye dan abang Agil bukan elit, mereka berangkat dari komunitas masyarakat. Karena itu, mereka berdua lebih memahami kebutuhan masyarakat kecil. Ini alasan kenapa kami mendukung mereka,” ujarnya.
Dia mengajak seluruh masyarakat perantau yang sementara membangun mimpi dan harapan di Kota Ambon, baik yang sementara studi maupun yang sudah bekerja, untuk satu suara mendukung SATUHATI dalam Pilkada Kota Ambon.
“Kita harus buktikan bahwa kita yang selama ini dianggap sebagai masyarakat pinggiran, masyarakat kelas dua di kota ini, juga mampu menentukan kepemimpinan Kota Ambon kedepan. Mari kita bersatu dukung SATUHATI,” ajaknya.
Sementara itu, Elsina Elisabeth Latuheru Syauta yang akrab disapa Elsye menyatakan apresiasinya terhadap semangat juang anak-anak perantau yang meninggalkan kampung halaman dan orang tua untuk mengejar cita-cita yang tinggi. “Saya sangat menghormati semangat teman-teman perantau, jangan pernah patah semangat dan mari kita sama-sama membangun mimpi yang lebih baik untuk masyarakat dan kota ini kedepan,” katanya.
Menurutnya, bergabungnya anak-anak perantau sebagai relawan SATUHATI menjadi penyemangat baginya untuk terus maju menghadapi kancah Pilkada yang sebentar lagi dihelat di daerah ini. “Bergabungnya teman-teman menjadi motivasi saya untuk terus semangat dan menjaga niat untuk terus maju dalam pentas Pilkada. Sebab, saya meyakini bahwa saya maju juga membawa mimpi dan harapan banyak orang,” tandasnya.
Di tempat yang sama, Ketua Tim Relawan SATUHATI, Mark Ufie, menambahkan, dukungan masyarakat terhadap Elsye-Agil semakin hari menunjukkan trend positif. Dia optimis pihaknya mampu menggalang dukungan KTP dari masyarakat sebagaimana yang diisyaratkan oleh KPU yakni 8,5 persen dari jumlah DPT (daftar pemilih tetap) dalam Pemilu sebelumnya.
“Usi Elsye dan abang Agil adalah figur alternatif. Kehadiran mereka dalam Pilkada Kota Ambon membawa semangat perubahan. Banyak masyarakat yang menyatakan simpatik dan dukungannya kepada SATUHATI,” ungkapnya. ADI