Ancam Penerbangan, Lanud Pattimura Minta Warga Tak Terbangkan Balon Udara

by
Komandan Lanud Pattimura Ambon, Kolonel Penerbang Aldrin Petrus Mongan memberikan keterangan pers, Jumat (30/6). FOTO : IAN (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,AMBON-Pengaruh balon udara saat ini sudah sangat mengancam penerbangan di seluruh Indonesia, karena ukuran balon udara mencapai besarnya pesawat. Hal ini sangat membahayakan penerbangan, pilot dan penumpang. Komandan Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Pattimura Ambon, Kolonel Penerbang Aldrin Petrus Mongan menyampaikan hal ini.

Aldrin menghimbau kepada seluruh masyarakat Maluku, khususnya yang berada di sekitar Bandara Pattimura Ambon, maupun bandara  lain di wilayah Maluku yang melakukan aktivitas pelepasan balon udara atau apapun yang mengarah ke udara agar dapat berkoordinasi dengan pemerintah maupun otoritas penerbangan.

“Untuk masyarakat Maluku jika ingin melepaskan balon di udara, menggunting pita, promosi yang sudah mengarah ke udara agar berkoordinasi ke pihak penerbangan di Maluku,” kata Aldrin kepada wartawan usai menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait lainnya membahas  ancaman balon udara kepada penerbangan yang berlangsung di Markas Lanud Pattimura Ambon Jumat (30/6).

Menurutnya, sangat penting untuk memberitahukan hal ini  ke pihak penerbang atau operator penerbangan  tentang titik-titik lokasi pelepasan balon ke udara agar pilot dapat waspada dan menghindari gangguan penerbangan yang dapat  mengancam para penumpangnya.

Loading...

Lebih lanjur, kata Aldrin, jika nantinya ada event-event yang besar dan tidak bisa dihindari untuk melakukan pelepasan balon ke udara yang dapat mengancam keselamatan penerbangan, maka harus segera dikoordinasikan untuk dicari solusi agar tetap bisa dilaksanakan dalam kondisi yang lebih aman. Atau tidak perlu terbangkan balon udara.

“Jika kegiatan seperti ini lebih banyak mudaratnya dan dapat mengancam keselamatan penerbangan, kami berharap untuk tidak usah dilakukan atau dihindari saja (tak terbangkan balon udara). Jika tidak bisa untuk dihindari maka, harus di koordinasikan agar kita bisa mencari solusi supaya dilakukan dalam kondisi aman dan tidak mengancam keselamatan penerbang,” katanya.

Seperti diketahui setelah  lebaran ini, pada  sejumlah wilayah di Indonesia banyak ditemukan balon udara yang diterbangkan oleh warga. Balon udara  tersebut bahkan diterbangkan dekat lokasi bandara dan kemudian diamankan aparat Lanud dan petugas otoritas bandara setempat.

Aldrin mengatakan, sekitar bandara harus steril dan aman dari masalah-masalah balon udara. Tidak hanya balon udara, kemajuan tekonologi saat ini seperti drone dan pesawat tanpa awak yang dimiliki harus dapat di atur tertib, sebab itu juga berpotensi mengganggu penerbangan.

“Saat ini pemerintah sudah mengatur aturan tersebut yakni ancaman pidana dua tahun penjara dan denda uang lima ratus juta rupiah terhadap pelaku yang mengancam keselamatan penerbangan,” tandasnya.(IAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *