Aneh, Lebih Setahun Dishut Masih Bingung Gunakan Dana Reboisasi

by

Masyarakat Negerilima, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) masih menagih janji Dinas Kehutan (Dishut) Maluku dalam program Reboisasi Hutan Waiela. Janji tersebut disampaikan Dishut Maluku pasca bencana jebolnya Dam Waiela tahun 2013 lalu. Namun, meski anggaran sudah dicairkan janji itu tak kunjung dilaksanakan.

Masyarakat Desa Negerilima pun mengaku sangat kecewa, mengingat Kadishut, Adzam Banjar telah berjanji akan melakukan reboisasi kawasan hutan yang rusak  sejak tahun 2014 lalu.

“Yang kita tahu anggaran rebiisasi hutan Desa Negeri Lima telah dikucurkan, tetapi mengapa kegiatan reboisasi tak kunjung dilakukan. Kami menagih janji kadishut,” tegas salah satu warga Desa Negerilima kepada wartawan di kantor gubernur Maluku, Rabu (25/2).

Loading...

Sementara itu, Kadis Kehutanan Provinsi Maluku, Adzam Bandjar mengakui, kucuran anggarannya memang sudah tersedia. Namun, berapa jumlah pengalokasian bagi reboisasi hutan, belum diketahuin secara pasti.

“Masalahnya adalah belum diketahui berapa anggarannya untuk biaya reboisasi,” kilahnya.

Pernyataan Banjar tersebut selalu sama, sejak dikonfirmasi awal tahun 2014 lalu. Saat itu, Banjar mengaku reboisasi hutan direncanakan berjalan pada bulan Agustus 2014, namun ternyata belum juga dilaksanakan.

Berikutnya, Banjar kembali mengatakan, reboisasi baru akan dimulai bulan Oktober 2014, namun lagi-lagi dimentahkan. Hanya janji tanpa realisasi.

Kini Banjar mengaku program reboisasi akan berjalan tahun ini. “sekitar bulan Maret atau Arpil lah,” katanya acuh. (Yanto Samangun)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *