Anggota DPR RI Dari PKS Buka Puasa dan Bagi Santunan Kepada 200 Anak Yatim

by
Selain menyerap aspirasi masyarakat, anggota DPR RI Saadiah Uluputty menggelar buka puasa dan berbagi perhatian kepada anak Yatim Piatu di Desa Sepa Kabupaten Malteng, Kamis (22/2/2021). FOTO : DOK. PKS MALUKU

TERASMALUKU.COM,-MASOHI-Rangkaian kegiatan kunjungan dalam rangka Reses dioptimalkan oleh Anggota DPR RI, Saadiah Uluputty  di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) Provinsi Maluku.  Selain menyerap aspirasi masyarakat, Saadiah menggelar buka puasa dan berbagi perhatian kepada anak Yatim Piatu.

Di Desa Sepa Kabupaten Malteng, Kamis (22/2/2021), Saadiah melaksanakan kegiatan buka puasa dengan 200 anak yatim piatu. Dia juga berkesempatan membagi santunan kepada mereka. Sejumlah tokoh masyarakat Desa Sepa hadir dalam kegiatan tersebut.

“Ramadhan bulan berbagi. Anak – anak yatim waktunya untuk bergembira. Buka puasa dan berbagi sedikit santunan adalah cara membuat mereka bergembira,” kata Saadiah dalam kesempatan buka puasa tersebut.

Kata Saadiah, mewujudkan solidaritas sosial dengan berbagi kepada bulan suci Ramadhan kepada yatim piatu dan dhuafa menjadi sarana pendidikan bagi jiwa.

“Reses yang saya laksanakan di Maluku Tengah tidak hanya mendengar aspirasi publik, tapi juga mencoba untuk menguatkan solidaritas sosial, membersamai anak – anak yatim dan  piatu. Bagi saya, ini adalah pendidikan jiwa,” lanjut Aleg perempuan PKS ini.

Di Maluku Tengah, lanjutnya, jumlah anak – anak yang tak memiliki orang tua cukup banyak. Pemerintah dan negara mesti hadir untuk memberi perhatian kepada mereka. Momen Ramadhan inilah menjadi cara untuk menguatkan tanggung jawab sosial tersebut.

Anggota Komisi IV DPR ini menyentil jika konstitusi UUD 1945 mengamanahkan kehadiran negara dalam mengurus anak yatim dan anak terlantar.

“Mereka membutuhkan kehadiran pemerintah dan negara. Pasal 34 UUD 1945 menyebut bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara Negara. Pasal itu juga berlaku bagi anak yatim yang terlantar. Peran ini dapat diwujudnyatakan antara lain di Bulan Suci Ramadhan”, harapnya.

Saadiah bersyukur, banyak pihak yang terlibat dan ambil bagian memberi perhatian bagi anak–anak Yatim. Baik secara pribadi maupun oleh lembaga sosial-sosial.

“Fenomena ini kita syukuri. Banyak pihak yang terlibat dan ambil bagian memberi perhatian. Partisipasi masyarakat dibutuhkan untuk memberi perlindungan, pengayoman, mendidik dan membesarkan anak yatim piatu,” katanya.

Selain di Kabupaten Maluku Tengah, kegiatan buka puasa dan berbagi dengan anak yatim akan digelar pihaknya di kabupaten/kota lainnya di Maluku.

“Dalam keterbatasan yang ada, Insa Allah kita berusaha mendistribusi perhatian serupa ke berbagai kabupaten/kota di Maluku. Momen Ramadhan ini kita optimalkan,” imbuhnya.

Editor : Hamdi