Anggota DPRD Maluku : Pembangunan Blok Masela Masih Jalan, Kok Ribut Minta Jatah Lebih Besar

by
Wahid Laitupa. FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Wakil Ketua Komisi II DPRD Maluku Wahid Laitupa menangapi Bupati Kepulauan Tanimbar (KKT) Petrus Fatlolon yang ‘ngotot’ minta Participating Interest (PI) enam persen dari total 10 persen keuntungan pengelolaan mega proyek Blok Masela dari Provinsi Maluku.

“Terkait PI 10 persen saya kira tidak usah kita bicara soal PI 10 Persen dulu la. Yang kita bicara saat ini adalah bagaimana upaya kita dalam menyelesaikan tahapan-tahapan yang masih sedang berjalan tentang infrastruktur pendukung di sana,” kata Wahid Laitupa kepada Terasmaluku.com di Ambon Jumat, (19/3/2021).

BACA JUGA : Datangi DPRD Maluku, Pemkab Kepulauan Tanimbar Minta Jatah Besar PI Blok Masela

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengungkapkan, dalam tahapan- tahapan pembangunan Blok Masela ini mesti dituntaskan, masih butuh waktu lama untuk rampung.

Wahid bilang sudah selesai tahapan 1,2,3 dan 4, kini ada lagi tahapan 5 dan 6. Karena itu Wahid minta semua pihak yang kini lagi minta porsi jatah daerahnya lebih besar agar hentikan dulu.

“Saat ini kita belum bisa bicara bagi-bagi, karena kita mulai memasuki tahapan 5 sampai 6. Kalau tahapan 5 sampai 6 ini kita belum bisa tuntaskan, maka jangan ribut. Kapan lagi kita tuntaskan. Tadi kalau semua proses sudah selesai. Disitu baru kita bicara menyangkut dengan pembagian ke enam persen itu,”ujarnya.

Ketua DPW PAN Maluku ini ibaratkan seperti kita bangun kebun. “Kebun belum bangun pagar sudah bicara hasil. Ini lucukan kan,” katanya.

Dia menghimbau kepada semua pihak agar jangan melihat berapa persen yang nanti diterima. Namun yang terpenting saat ini melihat bagimana proses pembangunan Blok Masela bisa berjalan secepatnya.

“Kalau sudah ada hasil produksinya maka baru kita bicara menyangkut berapa persen kepada daerah terdampak. Saya yakin ini bukan kepentingan Gubernur Maluku dan kita saat ini, tetapi Blok Masela ini untuk kepentingan dan kemaslahatan anak cucu kita di Maluku kedepannya,” jelas Wahid Laitupa (NAIR FUAD)