Anggota DPRD Maluku : Pembangunan Pasar Hitu Pakai Dana Tanggap Darurat

by
FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Anggota DPRD Provinsi Maluku, Ruslan Hurasan mengungkapkan pembangunan Pasar Negeri Hitu Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) menggunakan dana tanggap darurat  dari APBD Provinsi Maluku. “Belum tahu nilainya karena masii dihitung oleh konsultan dan dinas terkait. Kalau mau membangun pasar yang baru kisaran Rp 1 hingga 2.5 miliar,”kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini kepada Terasmaluku.com Rabu, (11/3/2020).

BACA JUGA : PASAR HITU TERBAKAR, DUA LUKA BAKAR DAN 14 KIOS TERBAKAR

Anggota DPRD dari Derah Pemilihan (Dapil) Malteng ini mengatakan, dari hasil peninjauan terdapat 24 kios yang hangus terbakar dalam musibah kebarakan pada Jumat (6/3/2020).  Ia mengatakan pasca kebakaran,  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku telah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Maluku untuk membanguan tenda darurat.

Loading...

Namun lanjut Ruslan, karena melihat dampak kebakaran yang cukup parah, maka Pemprov Maluku membantu untuk akan membangun pasar darurat tersebut.  “Konsultan lagi sementara menggambar modelnya seperti apa. Kita masi sementara komunikasi. Dan Dalam waktu dekat konsultandan dinas terkait ke lokasi untuk melihat lokasi mana yang akan dibangun pasar darurat,”ujarnya.

Menurut Ruslan,  hasil komunikasi dengan Sekda Maluku Kasrul Selang,  pembangunan pasar dipakai dari anggaran tanggap darurat.  “Kita tahu bahwa ini bersifat emergency dan darurat, serta mendesak juga untuk dibangun agar saudara-saudara kita bisa menjalankan usaha mereka lagi,”katanya

Selain rehabilitasi pasar secara fisik, Ruslan juga mengatakan Pemerintah Kabupaten Malteng membantu korban kebakaran yang kini masih dirawat di rumah sakit.“Jadi semua biaya rumah sakit ditangani oleh Pemda Malteng. Kami berharap kedepan aktivitas di Pasar Hitu dapat berjalan seperti yang diharapakan,”pungkas Ruslan Hurasan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Maluku, Hatta Hehanussa mengatakan komisi berkoordinasi dengan kementerian lewat dinas terkait agar 2020 dapat terbantu pembangunan Pasar Hitu dari Dana Tugas Pembantuan (TP). “Kalau tidak bisa dari dana TP. Kita upaya dari Dana Alokasi Khusus (DAK),” kata Hatta (NAIR FUAD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *