Anggota DPRD Maluku Sebut Pembangunan Embung di Aru Tidak Tepat Sasaran, Dialihkan Untuk Air Bersih

by
Proyek Embung di Kabupaten Kepulauan Aru. FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Sekretaris Komisi III DPRD Maluku, Rovik Akbar Afifudin mengungkapkan, pembangunan embung di Kabupaten Kepulauan Aru bukan untuk kebutuhan air bersih melainkan untuk kebutuhan petani di daerah itu. Menurut Rovik, sebelumnya proyek tersebut dialokasikan untuk kebutuhan petani. Tapi fakatnya saat ini proyek embung dibangun untuk kebutuhan air bersih warga.

Sekretaris Komisi III DPRD Maluku, Rovik Akbar Afifudin

“Sejak awal proyek pembangunan embung itu untuk menjawab kebutuhan lahan petani di Aru. Tapi ternyata ada yang sengaja dipindahkan dan dibangun untuk kebutahan lainnya. Maka ini tidak dibenarkan alias proyek ini tidak tepat sasaran,”kata Rovik kepada Terasmaluku.com di DPRD Maluku Selasa, (12/5/2020).

Loading...

Proyek embung ini dibangun pada 2018 hingga 2019 dengan pagu anggaran senilai Rp18 miliar dana APBN. Menurut Rovik, proyek yang dinilai salah sasaran ini diketahui saat Komisi III melakukan pengawasan di lapangan belum lama ini.  Dan masalah ini sudah dilaporkan kepada pimpinan DPRD Maluku. Politisi PPP mengatakan bila Covid-19 usai maka Komisi III akan kembali  melakukan verifikasi atas proyek tersebut.

“Pastinya ada tindak lanjut, karena saat itu kita belum menggelar rapat evaluasi. Nanti kita masukan data-data yang di Aru. Kan Ketua DPRD ikut sama-sama kita waktu itu. Ini  proyek pekerjaan tahun 2019 namun dievaluasi tahun 2020. Kita turung ke lapangan bersama kontraktornya. Kita juga lihat AMP perusahan serta beberapa dokumen lain namun dia (kontraktor) tidak berani melihat ke kita,”ujarnya.

Sementara itu, PPK Balai Sungai Wilayah Maluku Suwardi membenarkan letak embung di seputar Perusahan Air Minum (PAM) atas masukan Pemda Kabupaten Aru. Dengan dibangunnya embung tersebut mempunyai reservoir untuk air baku, pertanian dan konservasi untuk menjaga ketersediaan mata air agar selalu ada. Karena PAM itu melayani seluruh Kota Aru.

“PAM ini jika musim kemarau sumber airnya berkurang. Untuk menunjang hingga jangka panjang maka dibangun embung disitu. Semua itu untuk menjawab agar mata air tetap ada. Jika datang kemarau panjang warga tidak sulit akan air bersih,”katanya.

Dirinya menambahkan dan jika petani masih kesulitan air untuk pertanian pihaknya bisa mengusulkan untuk dibangun embung lagi. (NAIR FUAD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *