Anggota DPRD SBB : Pemekaran Dusun Jawaban Sejahterakan Warga SBB

by
Abdullah Silehu

TERASMALUKU.COM,-PIRU-Anggota Komisi A DPRD Seram Bagian Barat (SBB) Abdullah Silehu mengharapkan desa-desa induk di wilayah kabupaten itu untuk bisa memekarkan dusun- dusun petuanannya menjadi desa. Hal ini disampaikan Silehu saat pertemuan Komisi A dengan warga Desa Lokki di Kantor DPRD SBB Jalan Trans Seram Desa Ety Kota Piru, Sabtu (21/4).

Menurutnya, pemekaran dusun menjadi desa adalah upaya menjawab kesejahteraan masyarakat yang disajikan oleh pemerintah pusat lewat Anggaran Dana Desa (ADD). Karena dengan pemekaran dusun menjadi desa, desa akan mendapatkan jatah ADD dari pemerintah pusat, sementara bila masih berstatus dusun kucuran dana desa tergantung desa induknya. “Jika kita mekarkan dusun menjadi desa itu artinya kita sedang menjawab kesejahteraan masyarakat, jika tidak maka kemakmuran tidak mungkin bisa dicapai,” jelas Silehu.

Karena itu lanjut Silehu, jika Desa Lokki dan Desa Luhu Kecamatan Huamual memekarkan dusun- dusun petuanannya, maka menurutnya ada uang sekitar 20 miliar rupiah yang beredar di masyarakat Huamual terlebuh khusus di daerah Lokki dan Luhu. Dengan asumsi tiap desa mendapatkan ADD Rp 1 miliar. “Jika Lokki dan Luhu mekarkan dusun-dusunnya, itu artinya berkisar 20 miliar rupiah dana ADD yang beredar, maka sudah pasti kesejateraan masyarakat akan bisa terjawab,” ujar Silehu.

Silehu mengungkapkan selama ia menjadi wakil rakyat sejak 2014, dirinya sudah sering menyampaikan agar dusun-dusun dimekarkan menjadi desa. Bahkan Silehu sudah memohonkan kepada Desa Luhu agar bisa mekarkan 19 dusun petuanannya. Silehu juga berharap kepada pemerintah daerah (Pemda) agar bisa secepatnya ambil langkah untuk memekarkan dusun-dusun sebagai upaya mendorong ekonomi rakyat.

“Saya sudah sering sampaikan untuk pemekaran dusun- dusun menjadi desa, termasuk untuk Desa Luhu, sebagai anak adat. Pemekaran ini adalah proses mendorong ekonomi rakyat, saya harap juga kepada Pemda bisa secepatnya mendorong ekonomi rakyat dengan memekarkan dusun menjadi desa,” kata Silehu. (FAD)