Antisipasi Cacar Monyet, Dinkes Bakal Pasang Alat Di Bandara Pattimura

by
Dinas kesehatan provinsi Maluku bakal menempatkan alat pemindai suhu tubuh di Bandara Pattimura, antisipasi masuknya cacar monyet atau monkeypox ke Ambon (15/9). FOTO: Helmi Tasidjawa

TERASMALUKU.COM,AMBON,- Cacar Monyet sedang ramai jadi perbincangan di lini masa hingga ke meja rapat kementerian kesehatan Republik Indonesia. Cacar yang terdeteksi di Singapur itu menjadi ketakutan bagi pemerintah pun warga dalam negeri. Termasuk warga di Ambon, Maluku.

Adalah seoarang warga Nigeri berusia 38 tahun yang kali pertama terjangkit virus cacar monyet atau monkeypox. Dia masuk ke Singapura dari Nigeria pada 28 April 2019. Mengutip laman ST Singapore melalui pernyataan kementerian kesehatan Singapur yang dirils pada 9 Mei, pria itu mengalami sejumlah gejala. Seperti demam nyeri otot, ruam kulit dan menggigil.

Setelah sempat dibawa ke rumah sakit pada 7 Mei, pihak dokter pun resmi menyatakan dia terkena cacar monyet pada 8 Mei. Hal itu lantas munculkan gejolak di perbatasan. Khususnya bagi Indonesia yang berdekatan serta punya intensitas kunjungan tinggi ke sana.

Menteri kesehatan Republik Indonesia, Nila Farid Moeloek pun meminta petugas pertebal pengamanan pintu masuk negara dengan menempatkan alat pendeteksi suhu tubuh atau thermo scanner.

Dinkes Provinsi Maluku akan berkoordinasi untuk pemasangan alat pemindai suhu tubuh di bandara

Kadis Kesehatan Kota Ambon, Kadis Kesehatan Provinsi Maluku dr. Meikyal Pontoh pun bereaksi atas berita itu. “Kami akan berkoordinasi dulu untuk pastikan. Apa itu sudah masuk ke Indonesia atau hanya berita-berita saja,” ucap Meikyal saat ditemui di lobi Kantor Gubernur Maluku, Rabu (15/5/2019).

Dia mengaku belum ada surat khsusus atau resmi dari kementrian terkait masuknya virus ke Indonesia. Pihaknya pun baru mengetahui dari media sosial. Namun dalam waktu dekat mereka akan berkoordiansi untuk mengambil tindakan antisipatif.

Yakni dengan memasang thermo scanner atau pemindai suhu tubuh manusia. Dari analisis awal, penaykit ini ditandai dengan naiknya suhu tubuh manusia di atas 38 derajat Celsius. Itu merupakan tanda fisik paling mencolok dari penumpang yang masuk ke bandara. “Alatnya seperti untuk antisipasi flu burung waktu itu. Dilihat suhu tubuh penumpang yang lewat,” ucapnya.

Meikyal memang belum bisa memastikan keberadaan serta penyebab cacar monyet. Jika dibawa oleh virus maka pengobatannya bersifat simptomatis atau hanya mengobati gejala yang muncul. Dari pantauan di bandara Pattimura Ambon, belum ada pemasangan pemindai suhu tubuh.

Humas PT. Angkasa Pura 1 Bandara Pattimura Ambon Adi Heriyanto membenarkan jika belum ada pemasangan alat pada pintu masuk. “Biasanya tunggu koordinasi dulu dari kantor kesehatan pelabuhan,” ucap Adi.

Belum ada permohonan pemasangan thermo scanner ke pihak bandara. Bentuknya persis dengan pemindai yang digunakan untuk mendeteksi penderita flu burung. Masyarakat yang bepergian ke luar negeri khususnya ke Singapura diminta lebih waspada dan menjaga kondisi tubuh. Jika ada sakit usai bepergian segera periksakan ke dokter. (PRISKA BIRAHY)

 

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *