Antusias Warga Maluku Sambut Tour de Molvccas, Kalahkan Eropa

by
Para siswa di Wahai berebutan foto dengan seorang atlet balap sepeda asal Australia saat etape II di Wahai, Maluku Tengah, Selasa (19/9). FOTO : (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Event balap sepeda internasional, Tour de Molvccas (TdM),  yang berlangsung  18 hingga 22 September 2017, mendapat sambutan meriah dari warga Maluku. Di setiap etape yang dilalui pembalap, seperti di  Kabupaten  Seram Bagian Barat (SBB), Maluku Tengah (Malteng) dan Seram Bagian Timur (SBB),warga antusias menyambut para pembalap.

Konsultan TdM dan  International Commissaire balap sepeda internasional yang diakui badan sepeda dunia UCI (Union Cycliste Internationale) mengklaim, antusias warga Maluku menyambut TdM melebihi event balap sepeda internasional di Asia dan di Eropa.

“Susah kalau buat lomba sepeda di tingkat  Asia, masyarakatnya biasa-biasa saja. Tapi kalau di Asia itu Indonesi  bagus,  dan di Maluku ini luar biasa. Respon  masyarakat sangat bagus, warga antusias menyambut pembalap di event  TdM ini, sambutan warga bahkan melebihi  lomba balap sepeda di negara –negara Eropa (Tour de France) yang kita buat (,” kata seorang konsultan TdM, Jefri yang juga warga Malaysia ini.

Selama lomba di  SBB, Malteng dan SBT, ribuan warga menunggu di jalan-jalan untuk menyaksikan balap sepeda internasional yang baru pertama kali digelar di Maluku ini. Anak – anak SD hingga SMA bahkan berada di pinggir jalan sambil mengibarkan bendera negara asal peserta lomba. Bahkan di Kabupaten SBT, warga lainnya menunggu hingga malam hari di jalan – jalan, meski sudah disampaikan finish etape Wahai – Bula diperpendek akibat masalah teknis dan faktor keselamatan pembalap.

Di setiap etape yang dilalui, peserta lomba balap sepeda internasional berbasis pariwisata ini disambut Bupati dan Wakil Bupati, jajaran pemerintah daerah bersama warga  saat masuk finish. Para kepala daerah ini juga melepas dari garis star di daerahnya masing – masing.  Di SBT, pemerintah daerah menggelar pesta rakyat untuk menyambut  TdM.

Chief International Commissaire balap sepeda internasional yang diakui badan sepeda dunia UCI (Union Cycliste Internationale) Mike juga menyampaikan sangat terharu atas respon warga Maluku yang sangat antusias itu. Menurut warga Irlandia ini, selain alamnya yang bagus dan lintasannya sangat mendukung, warga Maluku juga sangat antusias menyambut TdM.

“Masyarakatnya asyik, kami senang dan bangga bisa buat lomba di Maluku. Alam  sangat mendukung sekali dan makanannya juga enak,” kata Mike saat pelepasan peserta  lomba TdM etape IV Masohi- Waipirit oleh Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua di Kantor Bupati, Kamis (21/9).

Direktur Perlombaan (Race Director), Daryadi Sadmoko, menyatakan, cukup puas dengan pelaksanaan keseluruhan TdM. “Seluruh rangkaian perlombaan sudah cukup bagus dan lancar. Memang sempat ada masalah di dua etape awal, tetapi itu force majeure, karena hujan. Bis rombongan pembalap juga sempat mengalami masalah teknis di Taman Nasional Manusela saat hendak transfer dari Masohi ke Wahai untuk menuju Etape II, (Wahai-Bula). Toh semua pembalap dan tim, menerima hal itu. Secara umum, lintasan balap bagus sangat steril, cukup menantang sampai finish,” katanya.

Ia mengakui ada juga kekurangan nonteknis tetapi menurutnya hal ini wajar,  mengingat ini pengalaman pertama bagi Maluku menyelenggarakan balap sepeda internasional. Sadmoko juga memuji warga di Pulau Seram dan Kota Ambon yang sangat antusias menyambut Tour de Molvccas 2017.

Dia pun berharap TdM memberikan efek domino untuk kemajuan Maluku di berbagai sektor, tidak hanya sektor industri pariwisata, infrastruktur jalan-jembatan dan sektor perekonomian, tetapi mampu menggerakkan sektor lainnya. Sadmoko berpendapat, kemajuan yang diharapkan, dapat tercapai jika Pemprov Maluku konsisten menyelenggarakan TdM sebagai event tahunan dan lebih kreatif menggarap event-nya.

Tour de Molvccas adalah lomba balap sepeda internasional pertama di Maluku yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Maluku, bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat dan Pemerintah Kota Ambon. TdM meliputi 5 etape dengan jarak 714 km yang sejak awal diikuti oleh 67 pembalap dari 14 tim yang berasal dari 16 negara.

TdM adalah kegiatan olah raga berbasis pariwisata ditujukan untuk memajukan pariwisata Maluku. TdM didukung penuh oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Pariwisata, Kementerian PU, Kementeriaan Perhubungan, sejumlah BUMN dan lainnya. Peserta TdM 2017 memperebutkan hadiah uang senilai total Rp 850.000.000. (ADI)