APM Nilai Kedatangan Presiden Jokowi Tidak Berdampak Pada Kesejahteraan

by
Kedatangan Presiden RI Joko Widodo di Ambon, sore tadi sempat menuai penolakan oleh pemuda namun aksi tersebut dibatalkan, (24/3). FOTO: Humas Pemprov Maluku

TERASMALUKU.COM,AMBON – Kedatangan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Ambon Rabu 24 Maret 2021 menuai penolakan. Aliansi Pemuda Maluku (APM) yang awalnya hendak membuat aksi itu menilai kedatangan presiden selama beberapa kali ke Maluku nyatanya tidak membawa dampak kesejahteraan.

Ketua APPM, Hamid Fakaubun menjelaskan dia bersama para anggota menolak kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu. Mereka menilai sejumlah kedatangan harusnya membawa dampak baik bagi kehidupan dan pembangunan Maluku.

“Alasan kami menolak, beliau sudah beberapa kali datang ke Maluku tapi hari ini kita liat data statistik Provinsi Maluku masih jadi provinsi miskin ke-4. Tidak ada dampak kesejahteraan,” Kata Koordinator Aksi, Hamid Fakaubun kepada wartawan melalui sambungan telepon.

Maluku, katanya, masih saja bertengger di posisi ke-4 data statistik sebagai provinsi termiskin di Indonesia. Padahal menurutnya kedatangan presiden harus punya dampak pada kebijakan dan penetapan di daerah demi kemajuan masyarakatnya.

Hamid berencana menyampaikan langsung penolakan dan tuntutan, meski aksi yang hendak digelar pagi tadi di bundaran patung Dr. Johannes Leimena, Poka, dibatalakan.

“Kami ingin sampaikan soal kasus korupsi yan terjadi di sejumlah kabupaten biar pak Jokowi tahu. alasan kami menolak yang kedua adalah tentang pemberhentian wacana Maluku sebagai LIN,” tegas ketua KNPI Kota Ambon itu.

LIN, Lumbung Ikan Nasional ini memang tengah diupayakan terlaksana di Maluku. hanya menurutnya LIN hanya akan mematikan masyarakat nelayan kecil.

Pemanfaatkan hasil laut berupa ikan pada tiga WPP (Wilayah Pengelolaan Perikanan) di Provinsi Maluku diyakni hanya akan untungkan investor atau pengusaha sektor perikanan. Malah dia khawatir lahan tangkap nelayan kecil akan terganggu. (PRISKA BIRAHY)