April 2021 Sudah Ada UGD Paru di Maluku

by
FOTO : Liputan6.com

TERASMALUKU.COM, AMBON,-Pertengahan April 2021, Maluku bakal punya unit gawat darurat khusus paru (UGD) Paru. Dinas Kesehatan Provinsi tengah lakukan pembenahan dan persiapan sebelum nantinya UGD Paru mulai beroperasi.

UGD Paru ini merupakan bagian dari pelayanan Balai Kesehatan Paru Masyarakat Maluku dibawah Kemenkes RI.

“Kita rencana bangun klinik asma, UGD Paru. Khusus untuk melayani pasien paru,”jelas Kepala Balai Kesehatan Paru Masyarakat Maluku, dr. Adonia Rerung, M.Kes kepada wartawan saat ditemui di Kantor Dinkes Provinsi Maluku, Karang Panjang, Selasa (6/4/2021).

Saat ini pihaknya tengah lakukan persiapan. Seperti penataan ruang UGD, alat pemeriksaan serta pemasangan plang nama. Akan ada satu (1) tenaga ahli paru yang siaga di UGD untuk melayani pasien.

Menurut Adonia, penyakit dan masalah paru-paru di Maluku cukup banyak. Mulai dari yang ringan hingga berat. Umumnya masyarakat yang datang dengan keluhan asma, sesaka napas, hingga batuk berdarah.

Hal itu berkaitan dengan pola hidup yang tidak tepat. Padahal kualitas udara di Maluku sangat baik. “Banyak juga yang datang dengan keluhan di paru-paru. Makanya itu kita mau bantu berikan pelayanan khusus dan tepat. Juga nanti edukasi kepada masyarakat,” lanjut Juru Bicara COVID-19 Provinsi Maluku itu.

Dia berharap kehadiran UGD dapat membantu secara khusus masyarakat mengobati dan menangani masalah paru.

Masyarakat biasa juga nantinya dapat memanfaatkan UGD Paru. Seperti untuk pemeriksaan kapasitas paru-untuk syarat masuk tes angkatan, tes bagi atlet atau checkup kesehatan berkala.

Di lain sisi Adonia bersama dinas kesehatan provinsi tengah menrancang program membnaguan kesadaran terhadap kesehatan paru. Yakni dengan melakukan tes CO gas beracun kepada siswa siswi sekolah.

Tes ini kata Adonia untuk mendeteksi adanya gangguan paru sekaligus menakar kualitas kesehatan alat pernapasan sejak dini.

“Ini berguna buat melacak kadar Co2 di dalam paru paru. Karena kalau Co2 banyak akan pengaruhi kualitas. Bisa bikin anak loyo, mudah ngantuk. Nah itu perlu cek biasanya kadar gas racun tinggi,” kata Adonia. (PRISKA BIRAHY)